Qasre Malake (Istana Ratu) bersimbah cahaya oranye dalam malam puncak peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, (10/122018). Afghanistan dikenal sebagai negara dengan tingkat kekerasan terhadap perempuan yang cukup tinggi. AFP Photo/Wakil Koshar
Qasre Malake (Istana Ratu) bersimbah cahaya oranye dalam malam puncak peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, (10/122018). Afghanistan dikenal sebagai negara dengan tingkat kekerasan terhadap perempuan yang cukup tinggi. AFP Photo/Wakil Koshar

Bagh-e-Babur, Makam yang Oasenya Kabul

Properti afghanistan ruang terbuka hijau bangunan sejarah
Rizkie Fauzian • 31 Desember 2018 07:07
Kabul: Makam yang satu ini mungkin merupakan ruang terbuka hijau tertua dan terbesar dunia. Bagh-e-Babur berada di salah satu kota paling sering diguncang aksi teror bom berdarah-darah, Kabul.

Bagh-e-Babur yang berada di atas tanah seluas 11 hektar, dibangun Zahiruddin Muhammad Babur, pendiri dan kaisar pertama Dinasti Mughal dari India. Taman ini adalah kebun pertama yang dibangunnya setiba di Afghanistan yang sejuk pada 500 tahun silam.

Selain Ottoman, Dinasti Mughal tercatat memiliki peradaban arsitektur megah dalam sejarah dunia Islam. Kemegahan peradaban Dinasti Mughal salah satunya adalah Taj Mahal, Taman Shalimar dan Masjid Agung Delhi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




Setiap tahunnya rata-rata Bagh-e-Babur dikunjungi 500 ribu wisawatan. Taman ini bagi warga Kabul merupakan oase yang sangat penting artinya untuk melepaskan diri dari ketegangan politik. AFP Photo/Wakil Kohsar
 

Bagh-e-Babur, semula taman lalu jadi makam


Mughal merupakan dinasti Islam yang menguasai sebagian besar kawasan utara India sejak 1526-1857. Dinasti ini terkenal lantaran kemampuannya mempertahankan pengaruh di tanah Hindustan selama lebih dari dua abad. Sejak kekuasaan leluhurnya di Asia Tengah runtuh, Babur mengalihkan ambisinya ke India lalu Kabul. Meski bukan tempat kelahirannya, Babur berwasiat kepada ahli warisnya agar kelak jasadnya dimakamkan di Kabul dan dibangunlah taman sebagai persiapannya.

Taman ini sempat rusak setelah dinasti Mughal kehilangan kendali atas Kabul. Taman kembali dibangun pada kekuasaan Amir Abdur Rahman Khan, penguasa Afganistan pertama yang memerintah pada 1880-1901.


Kolam air mancur dengan kanal kecil yang mengalir hingga ke bagian terendah taman. Air mancur, air terjun dan kolam adalah fitur menonjol dari arsitektur Islam yang kental budaya Timur Tengah. AFP Photo/Wakil Kohsar

Tampilan taman tersebut berubah mengikuti dinamika sejarah kolonialisasi Asia Tengah. Perubahan besar terjadi pada pemerintahan Nadir Shah (1929–1933) yang menambahkan sentuhan Eropa di taman. Dia menambahkan paviliun pusat dan tempat tinggal besar yang dikenal sebagai Queen Palace.

Pada 2002 hingga 2005, German Archaeological Institute memimpin proyek rehabilitasi interdisipliner dari Aga Khan Trust for Culture (AKTC) untuk rekonstruksi taman. Banyak ditemukan bekas peninggalan Mughal.

Selanjutnya tanggung jawab atas taman tersebut jatuh ke tangan Afghanistan pada 2008. Mengingat kepentingan nilai sejarahnya, Bagh-e Babur menjadi bagian dari Daftar Tentatif UNESCO untuk dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia pada 2009.
 

Dibangun penguasa India tapi Bagh-e-Babur bergaya Persia


Meski dibangun pada era Mughal, tapi desain Bagh-e Babur bergaya Persia.  Perencanaan dan desain taman menggabungkan konsep agama dan prinsip estetika budaya Islam yang sedang trend. Detail geometris rumit, ornamen alam, lantai marmer, air mancur dan air terjun jadi ciri khas sebagaimana ditemui di Taj Mahal.

Dikutip dari culthernews gaya ini sangat dipengaruhi oleh taman-taman Persia yang sebagian besar berstruktur Charbagh. Taman ditata dalam pola charbagh klasik (empat taman) dengan serangkaian teras berundak.

Di pintu masuk ada sebuah halaman bernama Caravanserai yang rusak selama perang saudara. Namun direkonstruksi pada 2002 silam. Dari karavan, mata langsung menyapu teras, mengikuti garis jalur air yang berhias marmer putih.

Taman tersebut dipenuhi rerumputan dan juga beberapa tanaman seperti pohon kenari, ceri, quince, murbei dan aprikot. Di tengah taman adalah paviliun yang dibangun oleh Abdur Rahman Khan.

Di atas ini ada masjid marmer putih halus yang dibangun pada 1647 oleh Shah Jahan, yang juga merancang Taj Mahal. Terdapat beberapa kemiripan pada skala yang jauh lebih kecil, yakni kesamaan gaya pada ukiran batu.


Bangunan makam dibangun dari batu marmer, sama seperti Taj Mahal. Maklum saja arsiteknya sama.  Oriental Architecture

Makam Babur berada di bawah langit terbuka dikelilingi oleh layar marmer sederhana.  Terdapat Masjid Shah Jahan, poros tengah taman, dinding kebun, Caravanserai, dan Harem dan Shah Jahan Doors – yang merupakan tujuh situs bersejarah di Taman itu.

Dinding dan Masjid Shah Jahan dibangun oleh Mirza Nuruddin Bin Mohammad Khan Salim, yang dikenal dengan nama kekaisarannya sebagai Jahangir. Dia adalah kaisar Mughal keempat dan memerintah dari 1605 sampai kematiannya pada 627.

Daya tarik utama lainnya ke kebun adalah Qasre Malake (Istana Ratu) yang menarik ribuan pengunjung sepanjang tahun. Istana ini didirikan di sudut tenggara kebun dan digunakan untuk acara sosial dan budaya.

 


(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi