Pemerintah menganggarkan dana Rp28,2 triliun untuk pembiayaan perumahan. Foto: Kementerian PUPR
Pemerintah menganggarkan dana Rp28,2 triliun untuk pembiayaan perumahan. Foto: Kementerian PUPR

5,67 Juta Wong Cilik Butuh Rumah Layak Huni

Properti Perumahan Tapera Penyediaan Rumah Kementerian PUPR Rumah Subsidi FLPP Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Pembiayaan rumah
Ade Hapsari Lestarini • 25 November 2021 19:50
Bandung: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat masih banyak juga kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum tinggal di hunian yang layak baik secara menyewa maupun menumpang.
 
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mencatat ada 5,67 juta unit kebutuhan rumah layak huni bagi para wong cilik.
 
Oleh karena itu, pemerintah telah menganggarkan dana hingga Rp28,2 triliun untuk total target pembiayaan perumahan pada 2022 sebanyak 200 ribu unit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami berharap tiap entitas dalam ekosistem perumahan dapat mendukung pembiayaan untuk rumah bagi MBR, apalagi rumah menjadi kebutuhan primer terutama sebagai tempat paling aman di masa pandemi," tutur Herry, dalam Forum Group Discussion: Kelangsungan Hidup Rumah bagi MBR 2022, Kamis, 25 November 2021.
 
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Adi Setianto menambahkan, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan resmi masuk dalam kewenangan lembaga yang dipimpinnya pada 2 Desember 2021. Dengan resminya masuk dana tersebut, maka pada tahun depan, pihaknya siap menyalurkan pembiayaan melalui perbankan sebanyak 309 ribu unit rumah.
 
Adi merinci, sebanyak 109 ribu unit rumah akan menggunakan dana Tapera. Kemudian, sebanyak 200 ribu unit rumah akan berasal dari dana FLPP.
 
"Kami akan terus mengoptimalisasi penyediaan akses pembiayaan perumahan terutama bagi MBR secara berkelanjutan," tutur Adi. 
 
Sementara itu, Wakil Sekertaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) Royzani Sjachril mengatakan pemenuhan kebutuhan perumahan bagi MBR juga bisa dilakukan dengan memperluas akses pembiayaan perumahan bagi pekerja di sektor informal. Saat ini, REI tercatat memiliki 5.507 anggota yang berfokus di segmen MBR. 
 
"Kami meyakini dengan ekosistem perumahan yang kuat terutama dalam mendukung pemenuhan kebutuhan hunian segmen MBR akan menjadi program padat karya pemerintah yang mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional," ujar Royzani.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif