Terminal Wisata Seruni Point di Kawasan Bromo. Foto: Kementerian PUPR
Terminal Wisata Seruni Point di Kawasan Bromo. Foto: Kementerian PUPR

Kawasan Bromo Bakal Punya Terminal Wisata Seruni Point Senilai Rp31,17 Miliar

Rizkie Fauzian • 24 Juni 2022 21:33
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana membangunan Terminal Wisata Seruni Point yang terintegrasi dengan jembatan gantung kaca. Hal tersebut sebagai upaya mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru di Provinsi Jawa Timur.
 
Kawasan wisata Bromo-Tengger-Semeru telah ditetapkan sebagai salah satu KSPN Prioritas atau 10 “Bali Baru” yang dikembangkan Pemerintah berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020. 
 
Baca juga: Pertama di Indonesia, Jembatan Gantung Kaca Ada di Kawasan Bromo

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.
 
"Prinsipnya adalah merubah wajah kawasan dengan cepat, terpadu, dan memberikan dampak bagi ekonomi lokal dan nasional," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 Juni 2022.
Kawasan Bromo Bakal Punya Terminal Wisata Seruni Point Senilai Rp31,17 Miliar
Terminal Wisata Seruni Point di Kawasan Bromo. Foto: Kementerian PUPR

Latar belakang pembangunan 

Pembangunan Terminal Wisata Seruni Point dilatarbelakangi oleh banyaknya keluhan wisatawan akan minimnya toilet di kawasan Bromo dan seringnya terjadi kemacetan panjang di jalur Bromo saat musim liburan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembangunan Terminal Wisata Seruni Point dikerjakan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR melalui rencana  penataan kawasan Seruni Point. Pembangunannya dilakukan di kawasan seluas 1,75 hektar dengan anggaran Rp31,17 miliar.
 
Baca juga: 410 Jembatan Gantung Dibangun Selama 6 Tahun

Penataan Seruni Point meliputi pembangunan area parkir, bangunan multifungsi untuk restoran, commercial-rest area, souvenir shop, toilet, mushola, jalur pengunjung, bangunan tiket, serta amphitheater yang mendukung kegiatan seni dan budaya lokal. 
 
Penataan ruang publik Seruni Point memperhatikan karakteristik dan kearifan lokal budaya Suku Tengger, salah satunya dengan menerapkan konsep Tiga Bentar pada area kedatangan.
Kawasan Bromo Bakal Punya Terminal Wisata Seruni Point Senilai Rp31,17 Miliar
Terminal Wisata Seruni Point di Kawasan Bromo. Foto: Kementerian PUPR

Desain terminal wisata

Terminal wisata Seruni Point nantinya akan terintegrasi dengan jembatan gantung kaca tipe suspended-cable pertama di Indonesia yang saat ini tengah dibangun di kawasan Seruni Point. 
 
Jembatan kaca ini membentang sepanjang 120 meter dan lebar 1,8 meter berada di atas jurang dengan kedalaman sekitar 80 meter. Struktur jembatan gantung berupa kaca pengaman berlapis dengan ketebalan 25,55 mm, dilengkapi double protection steel berupa baja galvanis agar tidak karat. 
 
Penataan dan pembangunan yang dilakukan Kementerian PUPR dalam memaksimalkan potensi KSPN Bromo-Tengger-Semeru dan segala kekayaan alamnya dikerjakan dengan penuh kehati-hatian dan tetap mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi. 
 
Koordinasi dan konsultasi publik terus dilakukan secara intensif dengan para pemangku kepentingan seperti Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Kementerian LHK, komunitas lingkungan, dan tokoh masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan di lapangan untuk mencegah terjadinya dampak negatif terhadap lingkungan serta diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal. 
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif