Suku bunga naik, harga properti naik
Harga rumah murah diyakini tidak akan naik banyak karena skema pembiyaan KPR yang beragam. Antara Foto/Aditya
Jakarta: Keputusan dari Bank Indonesia (BI) menaikan suku bunga acuan sebesar  50 basis points (bps) menjadi 5,25 persen akan memengaruhi industri properti. Kenaikan ini juga turut membebani biaya-biaya yang harus dikeluarkan pengembang.

"Hal ini satu dari bagian besar yang memengaruhi industri properti, jadi kalau memang harus ada kenaikan, tinggal adjust saja cost-cost pengembang, terbesar itu cost working capital," kata Sekretaris Perusahaan Intiland Development, Theresia Rustandi.


"Ini pasti memberatkan konsumen, ujung-ujungnya kalau ke developer working capital pasti naik, ini pasti pengaruhnya ke harga jual properti," ujarnya kepada Medcom.id, Senin (2/7/2018).

Selain mempengaruhi biaya yang harus dikeluarkan pengembang, kenaikan suku bunga juga bisa berpengaruh terhadap kemampuan konsumen membeli properti.

"Seandainya kenaikan tersebut di-adjust ke bunga KPR atau KPA tentu mempengaruhi. Misalnya perbankan dari kenaikan tersebut hanya menambahkan 2 persen menjadi 7,25 saya rasa itu masih baik untuk konsumen, asalkan jangan sampai dua digit," jelasnya.



 


 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id