Co-working Space Terancam <i>Over Supply</i>?
Interior sebuah co-working space di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Jakarta: Tiga tahun terakhir pembangunan gedung perkantoran di Jakarta berlangsung cukup massif. Dampaknya mulai terasa beberapa bulan terakhir. Jakarta sedang menghadapi ancaman kelebihan pasokan ruang kantor.

Situasi serupa juga mengancam bisnis co-working space. Langkah ekspansi pemain dari dalam dan luar negeri setahun terakhir bila tidak diiringi konsep pembedanya dari yang lain, maka bisa menjadi blunder.


"Semua tiba-tiba masuk masuk ke sana (co-working). Jadi yang tidak punya konsep dan value yang kuat akan ngos-ngosan," kata Country Manager Rumah123, Ignatius Untung kepada medcom.id.

Menurutnya bermunculannya pemain baru co-working space menunjukkan bisnis ini punya masa depan yang bagus di Jakarta. Terlebih mereka adalah pengusaha muda yang mengincar segmen pasar pekerja mobile, freelancer, pengusaha rintisan bahkan mahasiswa tingkat akhir.

baca juga: Perkantoran sedang ngos-ngosan

Masalahnya hasil riset mengenai realisasi investasi bidang startup pada 2017 menunjukkan penurunan. Di sisi lain nilai investasi ada kenaikan tajam. Artinya investor semakin selektif dengan lebih memilih perusahaan rintisan yang lebih stabil.  

"Nah perusahaan-perusahaan tersebut tentunya tidak berkantor lagi di co-working space. Mereka punya uang untuk sewa kantor di gedung perkantoran hingga ribuan bahkan puluhan ribu square meter," imbuh Ignatius.

Padahal perusahaan rintisan itulah target market utama co-working space di Indonesia. Maka medan persaingan bisnis dan ancaman kelebihan pasokan co-working space akibat menyusutnya pelanggan, sudah di depan mata. Bila yang diandalkan hanya desain interior ala milenial dan harga anak kost terus, maka tidak akan bedanya satu sama lain.

"Perlu ada nilai tambah melalui program atau paket yang ditawarkan, hingga kesempatan networking. Di Jaksel ada satu co-working rajin mengadakan sharing session. Nah itu nilai tambah lebih untuk startup," papar Ignatius.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id