Rusun sekolah seminari tertua kedua di Indonesia Sekolah Berchmans Todabelu. Foto: Kementerian PUPR
Rusun sekolah seminari tertua kedua di Indonesia Sekolah Berchmans Todabelu. Foto: Kementerian PUPR

Anggaran Rp16,78 Miliar Bangun Rusun Sekolah Seminari di NTT

Properti Rusun Penyediaan Rumah Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 12 Mei 2021 13:59
Nusa Tenggara Timur: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun rumah susun (Rusun) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Rusun tersebut dibangun di sekolah seminari tertua kedua di Indonesia Sekolah Berchmans Todabelu.
 
"Satu tower rusun senilai Rp16,78 miliar akan dibangun di seminari. Kami berupaya memberikan bantuan hunian layak untuk meningkatkan pendidikan di NTT," ujar Direktur Jenderal Perumahan Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis, Rabu, 12 Mei 2021.
 
Menurut Khalawi, pembangunan rusun akan dilaksanakan secara merata dan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak. Hal ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menyediakan hunian yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Nusa Tenggara II Yublina D Bunga menyatakan pembangunan rusun Sekolah Seminari ini akan dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara II dan ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking di Desa Mataloko, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 
 
Balai P2P Nusa Tenggara II juga telah melakukan penandatanganan kontrak pada 15 Maret 2021 dengan PT Pubgot Jaya Abadi sebagai Kontraktor pelaksana pembangunan Rusun senilai Rp14,7 miliar dan PT Buana Rekayasa Adhigana sebagai Management Konstruksi senilai Rp898 juta. 
 
Selain itu juga dilakukan penandatanganan kontrak meubelair dengan CV. Tiga Dua Satu pada 21 April 2021 lalu senilai Rp1,1 miliar.
 
Berdasarkan data yang ada, Rusun Sekolah Berchmans Todabelu ini akan dibangun secara Single Years Contract (SYC) 2021 yakni satu tower setinggi tiga lantai. Jumlah hunian terdiri dari 43 unit tipe 24 pendek. 
 
Balai P2P Nusa Tenggara II juga akan melengkapi setiap unit hunian dengan meubelair seperti tempat tidur, lemari, meja belajar dan kursi, juga kasur termasuk prasarana, sarana dan utilitas (PSU). 
 
"Total anggaran pembangunan Rusun ini senilai Rp16,78 miliar. Fasilitasnya sudah lengkap sehingga adik-adik yang akan bersekolah disini tinggal masuk dan belajar dengan baik," ujarnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif