Pinhome melalui Pinhome Home Sell Index (PHSI) dan Pinhome Home Rental Index (PHRI) kuartal I-2026 mencatat Rumah Tipe 55–120 mencatat pertumbuhan sebesar 0,8 persen, sedangkan Tipe ≤54 naik 0,7 persen.
Menurut CEO Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, Pertumbuhan agresif juga terjadi pada Tipe 55–120 yang meningkat 2,6 persen, diikuti Tipe ≥201 sebesar 2,3 persen.
"Kondisi ini mencerminkan mulai pulihnya permintaan hunian keluarga seiring sentimen positif dari kawasan ekonomi baru dan berkembangnya pusat pertumbuhan mandiri di sejumlah kota," kata dia dikutip dari laporan, Kamis, 7 Mei 2026.
Jakarta dan Tangerang jadi motor pertumbuhan

Pasar sewa rumah nasional menunjukkan pertumbuhan positif. Foto: Freepik
Di Jakarta, kenaikan harga sewa terkonsentrasi di area pusat bisnis yang didorong pemulihan pasar perkantoran. Jakarta Pusat menjadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi, terutama pada rumah Tipe 55–120 yang naik 5 persen dan Tipe ≤54 sebesar 3 persen.
Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya tingkat okupansi kantor di kawasan CBD Jakarta. Sementara itu, Jakarta Timur juga mencatat pertumbuhan pada rumah Tipe ≥201 sebesar 5 persen dan Tipe 55–120 naik 3 persen karena menjadi alternatif hunian luas dengan akses menuju pusat bisnis.
Baca Juga :
Mana Lebih Cuan di 2026, Sewa atau Beli Rumah?
Adapun Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara cenderung stabil di seluruh tipe rumah.
Di kawasan Bodetabek, Tangerang Raya menunjukkan pertumbuhan kuat. Kota Tangerang mencatat kenaikan pada Tipe 55–120 sebesar 2 persen dan Tipe ≥201 naik 3 persen.
Sementara itu, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang mengalami kenaikan pada Tipe ≤54 dan Tipe 55–120 yang sama-sama tumbuh 2 persen.
Pertumbuhan tersebut didorong ekspansi kawasan komersial dan penetapan BSD sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang memicu pembangunan kampus hingga rumah sakit internasional.
Di Bogor, pertumbuhan terpusat di Kabupaten Bogor dengan kenaikan Tipe 55–120 sebesar 3 persen. Hal ini mencerminkan pergeseran permintaan menuju kawasan hunian menengah dengan aksesibilitas yang semakin baik.
Sejumlah kota alami koreksi terbatas
Meski pasar sewa nasional masih tumbuh, beberapa kota mengalami koreksi terbatas. Di Bandung Raya, Kabupaten Bandung Barat terkoreksi 2 persen pada Tipe ≤54, sedangkan Kabupaten Bandung turun 3 persen pada Tipe ≥201."Penurunan ini dipengaruhi dampak PHK massal serta risiko banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Namun, Kota Bandung relatif stabil,"
Sementara itu, di Semarang, rumah Tipe 55–120 naik 3 persen seiring kenaikan UMK dan inflasi, meski Tipe ≤54 turun 2 persen.
Di Jawa Timur, Kota Surabaya mencatat kenaikan 2 persen pada Tipe ≤54 karena didukung pembangunan akses jalan baru. Sedangkan Malang naik 2 persen pada Tipe ≥201 akibat tingginya permintaan hunian dari mahasiswa baru.
Adapun Denpasar cenderung stabil, kecuali Tipe ≤54 yang turun 2 persen akibat kejenuhan pasar dan kelebihan pasokan. Meski demikian, permintaan rumah menengah hingga besar di kota tersebut masih tergolong kuat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News