Pasar rumah murah tahun depan masih positif. Foto: dok. Kementerian PUPR
Pasar rumah murah tahun depan masih positif. Foto: dok. Kementerian PUPR

Pasar Rumah Murah Masih Bergairah Tahun Depan

Properti investasi properti bisnis properti program sejuta rumah
Media Indonesia • 05 November 2019 11:19
Jakarta: Bisnis properti diyakini berjalan lebih baik tahun depan, khususnya di sektor perumahan rakyat. Namun, pemerintah diminta memberikan sejumlah stimulus atau kemudahan untuk menopang kerja industri properti.
 
"Kuncinya tetap di stimulus dari pemerintah yang saat ini masih sangat terbatas mengingat saat ini tambahan FLPP masih diperjuangkan," tutur Wakil Sekretaris Jenderal DPP Realestat Indonesia (REI) Bambang Eka Jaya saat dihubungi, Senin, 4 November 2019.
 
Stimulus lain yang dibutuhkan pengembang, terkait deregulasi peraturan daerah. Soalnya, peraturan daerah yang tumpang tindih sangat memperlambat proses dari para pengembang dalam melakukan investasi dan pembangunan hunian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Khususnya kemudahan pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan sangat membantu. Begitu juga ke depan terkait sistem subsidi uang muka yang sedang dimatangkan agar saat program berjalan ketersediaan dananya sudah ada," terang Bambang.
 
Bambang optimistis pasar untuk perumahan MBR masih sangat besar. Akan tetapi, untuk mendorong pasar tersebut sebagai pertumbuhan dibutuhkan stimulus yang kontinu dalam pelaksanaan.
 
Untuk segmen lain, seperti kelas menengah, kelas atas, dan high end, menurutnya, tetap membutuhkan kreativitas para pengembang untuk menarik pembeli. Selain itu, pelonggaran pajak serta pengawasan dalam pelaksanaannya juga dibutuhkan.
 
Hal tersebut dipandang Bambang sebagai suatu hal yang penting agar investor tidak takut dalam membeli properti. "Sektor menengah tentu selalu berkaitan dengan bunga KPR yang bersaing dan pengawasan perpajakan yang bersahabat," jelas Bambang.
 
Terkait proyeksi pertumbuhan sektor properti, pihaknya memproyeksikan angka antara 2-3 persen di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2020 sebesar 5,2-5,3 persen, REI memperkirakan sektor properti bertumbuh hingga 7-9 persen.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif