Pemerintah membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk Program Satu Juta Rumah. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Pemerintah membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk Program Satu Juta Rumah. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

Februari 2019, 77 Ribu Unit Rumah Telah Dibangun

Properti program sejuta rumah
Rizkie Fauzian • 21 Februari 2019 15:06
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimistis pembangunan rumah dapat digenjot melalui Program Satu Juta Rumah. Hingga Februari 2019, tercatat 77 ribu unit rumah telah dibangun.
 
"Kementerian PUPR tetap optimistis angka capaian pembangunan fisik rumah untuk masyarakat terus meningkat," ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Kamis, 21 Februari 2019.
 
Kementerian PUPR terus mendorong dan menggerakkan seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan seperti Pemda, kementerian/lembaga, perbankan, asosiasi pengembang, pihak swasta dan masyarakat untuk mengurangi backlog rumah di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khalawi Abdul Hamid mengakui pada awal tahun pembangunan rumah tidak bisa langsung mencapai angka tinggi. Sebab, di lapangan perlu ada penyesuaian rencana pembangunan dari para pengembang dan perbankan, serta masyarakat terkait pelaksanaan akad kredit rumah yang akan dibangun.
 
Pemerintah tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk pelaksanaan Program Satu Juta Rumah. Sebab, pemerintah hanya mampu menyediakan hunian bagi masyarakat melalui dana APBN sekitar 20 persen saja.
 
Sedangkan, sekitar 30 persen pembangunan rumah berasal dari bantuan pembiayaan perumahan bersubsidi yakni KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sisanya, 50 persen adalah rumah yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya dan pengembang perumahan secara formal.
 
"Tahun lalu, angka Program Satu Juta Rumah tembus target satu juta unit. Target pembangunan rumah untuk masyarakat pada 2019 ini kami tingkatkan dari sebelumnya satu juta unit menjadi 1,25 juta unit," ujarnya.
 
Kementerian PUPR juga bekerja sama dengan sejumlah bank untuk menyalurkan KPR Bersubsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan. Dengan demikian, masyarakat yang ingin memiliki rumah bersubsidi dengan harga murah dan terjangkau bisa mengajukan KPR FLPP melalui bank tersebut.
 
"Kami juga telah menjalin PKO (Perjanjian Kerja sama Operasional) dengan 25 bank untuk menyalurkan KPR FLPP," katanya.

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif