Perbankan diminta segera menurunkan suku bunga KPR. Foto: Shutterstock
Perbankan diminta segera menurunkan suku bunga KPR. Foto: Shutterstock

Perbankan Diminta Segera Turunkan Bunga KPR

Properti perumahan suku bunga bisnis properti kpr
Rizkie Fauzian • 30 Juni 2020 18:58
Jakarta: Bank Indonesia menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,25 persen. Penurunan tersebut menjadi angin segar bagi industri properti terutama di era new normal.
 
Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan bahwa penurunan suku bunga acuan tersebut menjadi daya topang dan mendorong pertumbuhan ekonomi termasuk stimulus bagi industri properti.
 
"Dalam kondisi seperti sekarang ini diharapkan perbankan dapat merespons secara cepat untuk menurunkan suku bunga kreditnya termasuk KPR," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sehingga, menurut Marine penurunan suku bunga acuan dapat menstimulus perekonomian, terutama memberikan pengaruh positif terhadap sektor properti khususnya sub-sektor perumahan atau apartemen.
 
"Ini bisa menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi karena tidak hanya mendongkrak sektor properti saja tetapi termasuk sektor industri lainnya dimana akan memiliki dampak turunan terhadap lebih dari 170 industri terkait," jelas Marine.
 
Penurunan suku bunga acuan BI memang tidak akan langsung berpengaruh terhadap rate yang efektif di level konsumen, apalagi bagi nasabah yang sudah ada. Sehingga penurunan ini akan lebih terasa bagi mereka yang baru akan mengambil KPR.
 
"Tidak ada salahnya calon debitur KPR untuk mempersiapkan diri lebih awal apalagi bagi mereka yang masih memiliki hutang atau cicilan lainnya," ungkap Marine.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif