Penjualan rumah tapak masih bergairah di tengah pandemi. Foto: Shutterstock
Penjualan rumah tapak masih bergairah di tengah pandemi. Foto: Shutterstock

Bisnis Rumah Tapak Masih Bergairah, Apartemen Justru Lesu

Properti investasi properti apartemen Bisnis Properti rumah tapak
Antara • 22 Juli 2021 14:58
Jakarta: Rumah tapak menjadi salah satu sektor properti yang bertahan dan bergairah pada triwulan II-2021. Sementara itu, apartemen dan kondominium masih mencatat penjualan yang lemah.
 
"Kalau kita mengingat kembali di akhir tahun, para pengembang perumahan sangat aktif meluncurkan produk dan mendapatkan respons yang cukup baik dari pasar," ujar Head of Research JLL Yunus Karim dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis, 22 Juli 2021.
 
Yunus mengatakan, langkah pengembang tersebut berlanjut hingga semester I tahun ini. Minat pasar terhadap rumah tapak masih cukup tinggi dalam merespons peluncuran rumah tapak baru. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Permintaan yang mendominasi dari end users dan keterjangkauan harga menjadi faktor yang memengaruhi sektor rumah tapak tetap memiliki performa yang baik," jelasnya.
 
Tercatat pada semester I-2021 hampir 80 persen rumah yang terjual memiliki harga di bawah Rp1,3 miliar sehingga keterjangkauan harga tetap menjadi kunci dari performa sektor ini.
 
Yunus menambahkan, pemerintah memberikan stimulus seperti insentif PPN dan relaksasi Loan to Value (LTV) yang kemudian disertai dengan promosi dari pengembang dan penawaran cara pembayaran yang bervariatif sehingga menunjang keberhasilan penjualan rumah tapak.
 
"Kami melihat dengan adanya permintaan rumah tapak yang cukup tinggi, pengembang akan terus aktif untuk meluncurkan produk baru di triwulan kedua," ungkapnya.
 
Di samping itu beberapa fitur-fitur yang ditawarkan seperti smart home, ventilasi yang baik dan taman mini yang dikemas sebagai sebuah produk untuk menarik para pembeli.
 
"JLL memperkirakan hingga akhir 2021 masih akan ada pengembang yang meluncurkan rumah tapak, khususnya bagi para pengembang yang memiliki lahan luas atau memiliki township perumahan berskala besar," katanya.
 
Sementara itu, untuk sektor apartemen dan kondominium kondisinya berbanding terbalik dari sektor rumah tapak.
 
"Terkait sektor apartemen atau kondominium, kita lihat disini bahwa penjualan masih relatif lemah karena pembeli masih sangat berhati-hati dan menunggu situasi yang tepat untuk melakukan pembelian," kata Yunus Karim.
 
Pada 2020, Yunus melihat sektor apartemen berada di titik terendah sejauh ini di kisaran 1.000 unit saja yang diluncurkan dan hanya mendapatkan respons dari pasar sebesar 10 persen.
 
Sedangkan pada 2021 sendiri kalau melihat secara spesifik untuk triwulan II memang tidak ada unit apartemen yang diluncurkan oleh pengembang.
 
"Saat ini terdapat 37 ribu unit apartemen yang ditawarkan, dengan 62 persen di antaranya telah terjual. Kemudian kalau kita melihat dari segi harga memang selama beberapa tahun terakhir kita melihat bahwa harga apartemen cenderung datar," ungkapnya.
 
Pengembang saat ini masih melakukan upaya-upaya untuk menarik para pembeli, salah satunya dengan cara tidak menaikkan harga dan lebih fokus terhadap memberikan alternatif atau cara bayar agar lebih menarik para pembeli.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif