UU Cipta Kerja diharapkan berdampak positif bagi sektor properti. Foto: Shutterstock
UU Cipta Kerja diharapkan berdampak positif bagi sektor properti. Foto: Shutterstock

UU Ciptaker Diharapkan Berdampak Positif bagi Sektor Properti

Properti investasi properti apartemen Investasi Asing Omnibus Law
Antara • 15 Oktober 2020 19:13
Jakarta: Disahkannya Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja diharapkan memberi dampak yang positif bagi industri properti di Tanah Air.
 
"Kami masih mencerna dampaknya, khususnya untuk real estate," kata Country Head JLL Indonesia James Allan dalam konferensi pers daring di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020.
 
James menuturkan UU Cipta Kerja disebut-sebut akan membuat investor lebih mudah masuk ke Indonesia. Hal itu, tentu baik bagi Indonesia dan pihaknya akan sangat menyambut gembira tujuan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami berharap ada hasil positif dari UU ini," katanya.
 
UU Cipta Kerja atau Omnibus Law diklaim memberikan kemudahan masuknya investasi melalui penyederhanaan perizinan, termasuk yang berkaitan dengan sektor properti.
 
Sejumlah regulasi yang mendapatkan reformasi perizinan terkait bidang properti antara lain SK lokasi, Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dan Surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (SPPJB).
 
Kemudahan investasi juga dinilai akan berdampak positif terhadap kebutuhan sektor properti seperti pergudangan hingga kawasan industri.
 
JLL mencatat sejumlah pengembang dan penyewa lebih memilih kawasan industri untuk menjadi lokasi usahanya, terutama industri di bidang otomotif, elektronik, FMCG (barang konsumsi) hingga jasa alih daya layanan logistik.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif