Ada Rusunawa Khusus ASN di Denpasar
Rusunawa bagi ASN Kemenkum HAM di Denpasar masih terdiri 47 unit. Kemen PUPR
Denpasar:Penyediaan rusunawa khusus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan bagian Program 1 Juta Rumah. Salah satu yang telah berdiri dan diresmikan penggunannya adalah rusunawa bagi jajaran ASN lingkungan Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM di Denpasar, Bali.

"Rusunawa ini membantu mengurangi biaya transportasi serta biaya sewa tempat tinggal para staf  yang bertugas Kantor Imigrasi di Bali," ujar Menkum HAM Yasonna Laoly dalam peresmiannya pada Sabtu (10/3/2018).


Pekerjaan pembangunan rusunawa ini telah selesai pada akhir Desember tahun lalu. Sesuai aturan di Bali bahwa tinggi bangunan tidak boleh melebihi tinggi pohon kelapa, maka rusunawa ini hanya teridiri dari tiga lantai yang berisi 47 unit dan dibagi dalam tiga lantai.

“Di lokasi lain bisa dibangun empat lantai, namun karena aturan di Bali, kita bangun rusun tiga lantai," kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.



Kurangi backlog

Pembangunan rusunawa bagi PNS dan ASN merupakan bagian Program 1 Juta Rumah yang berlangsung sejak 2015. Proyek serupa juga Kementerian PUPR selenggaran bagi prajurit TNI dan Polri yang memang selalu berpindah-pindah lokasi penugasannya.

Bahkan di beberapa daerah dibangun rusunawa khusus mahasiswa, nelayan, pekerja informal dan pondok pesantren. Hingga saat ini defisit kebutuhan hunian layak (backlog) di Indonesia masih 7,6 juta. Hingga tahun depan pemerintah menargetkan berkurang menjadi hanya 2,2 juta.

Untuk mempercepat realisasinya, pemerintah mendorong pemerintah daerah memudahkan dan mempercepat proses perizinan bagi swasta yang hendak berpartisipasi. "Partisipasi pihak swasta melalui pembangunan rumah informal atau rumah yang dibangun pengembang saat ini mencapai sekitar 50 persen," sambung Khalawi.


 



(LHE)