Dalam Mal Mewah Ada Perpustakaan Megah
Starfield Library di Mal CEOX, Gangnam, Seoul, Korea Selatan. (visitkorea.or.kr)
medcom.id: Pergi ke mal pasti identik dengan belanja atau makan. Tapi tidak kalau Anda ke Mal Starfield COEX, Gangnam, Seoul. Daya tarik utama di sini adalah puluhan ribu buku dan majalah yang bisa Anda baca secara cuma-cuma.

Pada 31 Mei 2017, mal bawah tanah terbesar di dunia ini membuka perpustaakaan terbuka Starfield Library seluas 2800 meter persegi. Siapa saja bebas membaca 50-an ribu koleksinya di area baca yang terdiri dari dua lantai.

Ada tiga rak utama buku yang tingginya mencapai 13 meter. Rak berisi puluhan ribu buku dari berbagai genre dan ratusan judul majalah tersebut menjulang dari lantai hingga langit-langit. Ini belum termasuk koleksi e-book yang bisa dibaca secara cuma-cuma melalui gawai yang perpustakaan sediakan.



Perpustakaan juga memiliki beberapa ruang bagi yang membutuhkan ruang untuk pertemuan atau diskusi tertutup. Perpustakaan juga menyediakan toserba bila Anda ingin camilan sebagai teman menikmati buku-buku bacaan. Bahkan di perpustakaan ini juga menjadi tempat pagelaran seni seperti konser atau teater dalam skala kecil.

Keberadaan perpustakaan dalam mal di pusat bisnis Seoul ini adalah menyediakan 'oase' bagi warga yang membutuhkan atmosfer berbeda dari kesehariannya. Aneka model bangku dan kursi nyaman disediakan agar pengunjung lebih rileks dan menikmati bacaannya.
 
Ini merupakan proyek pertama Shinsegae Property yang menelan biaya KRW 6 miliar setelah mengambil alih hak pengelolaan COEX dari Korea International Trade Association. Konglomerasi itu memenangkan hak pengelolaan mal tersebut tahun lalu dengan harga sewa tahunan sebesar KRW 60 miliar.



Shinsegae Property, seperti dilansir Korea Joongang Daily, mengakui membuka perpustakaan sebagai jurus bertahan hidup. Sama seperti di Jakarta, beberapa tahun terakhir nilai transaksi di mal-mal Seoul cenderung menurun karena pengunjungnya berkurang. Tidak terkecuali Mal CEOX yang setelah renovasi dan kembali dibuka pada 2014 hanya mampu menarik 50 juta pengunjung dan terus menyusut.

Setelah dilakukan jajak pendapat, sebagian besar responden yang merupakan pengunjung mal rupanya menginginkan adanya ruang pertemuan. Keberadaan perpustakaan dan pementasan seni diharapkan menjadi daya tarik tersendiri yang sekaligus membuka segmen pengunjung baru.

(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id