Deretan gedung perkantoran di latar belakang seorant pekerja yang sedang memperbaiki atap jembatan penyeberangan di pusat bisnis Jakarta. Antara Foto/Wahtu A Putro
Deretan gedung perkantoran di latar belakang seorant pekerja yang sedang memperbaiki atap jembatan penyeberangan di pusat bisnis Jakarta. Antara Foto/Wahtu A Putro

Perusahaan IT Dominasi Perkantoran ASEAN 2030

Properti perkantoran bisnis properti
Rizkie Fauzian • 17 September 2018 12:12
Jakarta: Perusahaan di sektor teknologi diprediksi mendorong angka hunian perkantoran di kawasan Asia Tenggara pada 2030. Bahkan angkanya mencapai 15 hingga 25 persen dari volume bruto tahunan sewa perkantoran dalam 10 tahun ke depan.
 
"Tahun lalu, sektor teknologi menarik lebih dari USD6 miliar dalam pendanaan. Pertumbuhan industri ini akan berkontribusi secara signifikan terhadap volume sewa kantor di masa depan, kami perkirakan meningkat sebesar enam persen setiap tahunnya di tengah tingkat pertumbuhan PDB sekitar lima persen" kata Head of Capital Market Southeast Asia Research Jonas Lang Lasalle (JLL) Regina Lim dalam keterangan tertulis.
 
Ruang perkantoran akan segera didominasi oleh sektor teknologi yang tumbuh pesat di Jakarta, Bangkok, Manila, dan Ho Chi Minh City. Hal tersebut seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan internet di Asia Tenggara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perusahaan-perusahaan teknologi telah menjadi kelompok utama penghuni perkantoran di kawasan ini, dan mereka sering menjadi penyewa paling awal untuk melakukan pra-komitmen terhadap bangunan baru," jelasnya.
 
Mengingat bahwa perusahaan-perusahaan teknologi akan menjadi sumber utama hunian kantor, maka kesempatan bagi para investor dan pengembang real estate untuk menciptakan ruang yang akan memenuhi kebutuhan.
 
Perekonomian internet di kawasan Asia Tenggara dapat bernilai lebih dari USD200 miliar pada 2025, dengan e-commerce menjadi segmen yang mengalami pertumbuhan paling cepat.
 

Permintaan di negara berkembang
 
Coworking space dan ruang kerja fleksibel juga berkontribusi pada permintaan kantor di wilayah tersebut. Ruang kerja fleksibel telah naik sekitar 40 persen per tahun dalam tiga tahun terakhir. Saat ini mengambil dua persen dari stok perkantoran di wilayah tersebut.
 
"Menurut kami dalam satu dekade mendatang, perusahaan e-commerce akan terus bertumbuh, bersama dengan ruang kerja fleksibel dan co-working space. Ketika perusahaan e-commerce menyebarkan jejak mereka, kami memperkirakan bahwa game dan e-sports platform dapat menjadi penggerak berikutnya untuk hunian perkantoran di Asia Tenggara," ungkapnya.
 
Menurutnya, peningkatan secara cepat untuk penempatan perkantoran yang didominasi oleh perusahaan-perusahaan teknologi dalam tiga tahun terakhir banyak terjadi terutama di Jakarta, Bangkok, Manila dan Ho Chi Minh City. Dirinya menjelaskan bahwa pertumbuhan berkelanjutan dari perusahaan-perusahaan ini telah didorong oleh tren sosio-ekonomi yang kuat.
 
Perusahaan IT Dominasi Perkantoran ASEAN 2030
 

Pertimbangan lokasi utama
 
Berkaitan dengan lokasi, perusahaan teknologi di Singapura, Jakarta dan Manila cenderung untuk memiliki kantor di daerah utama CBD. Di Kuala Lumpur, Malaysia, permintaan perkantoran untuk perusahaan teknologi baru-baru ini bergeser ke arah daerah pinggiran dikarenakan adanya pengenalan infrastruktur transportasi massal. Demikian pula, di Bangkok, perusahaan-perusahaan teknologi telah memilih untuk beroperasi di sepanjang jalur angkutan massal yang berada diluar CBD.
 
"Secara regional, preferensi lokasi dipengaruhi oleh akses terhadap orang-orang yang berbakat, kebijakan pemerintah yang mendukung dan akses kepada para pelanggan. Ini memberikan ekosistem inovatif yang kondusif untuk memiliki kolaborasi dan kewirausahaan," kata Lim.
 
Di setiap kota, terdapat perusahaan-perusahaan teknologi yang menekankan perlunya konektivitas transportasi, bangunan terintegrasi yang menggabungkan faktor kehidupan, pekerjaan dan bermain serta gedung dengan keunggulan dan signage.
 
"Perusahaan-perusahaan teknologi terus mencari ruang perkantoran yang berkualitas tinggi untuk menarik karyawan yang memiliki potensi. Karena itu para pemilik gedung di setiap kota di Asia Tenggara harus memperhatikan faktor-faktor baru yang semakin meluas, yang diinginkan oleh para penghuni," pungkasnya.
 

 

(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif