Selain menonjolkan air terjun, karya arsitektur Moshe Safdie tersebut menghadirkan fitur lainnya yakni hutan dalam ruangan, jalur pejalan kaki di puncak pohon, restoran, ritel hingga tempat berkumpul bagi pengunjung.
“Jewel changi airport menyatukan pengalaman alam dan pasar, desainnya menegaskan gagasan bandara sebagai pusat kota, menarik pelancong dan menggaungkan reputasi Singapura sebagai kota di taman," kata Safdie, dikutip Designboom.com, Rabu, 13 Maret 2019.

(Foto: Safdie Architects)
Tujuan pembangunan tersebut adalah untuk memperluas fungsi utama Bandara Changi. Ke depan, Bandara Changi tidak hanya sekadar menjadi tempat singgah, namun dapat juga mendukung kegiatan masyarakat.
Safdie menjelaskan, inti dari desain Jewel Changi tersebut yaitu menyajikan hutan dalam bangunan tertutup kaca seluas 134 ribu meter persegi. Konsep hutan kemudian diperkuat dengan keberadaan 200 spesies tanaman.

(Foto: Safdie Architects)
Sementara itu, Safdie mendesain air terjun dengan memanfaatkan hujan badai yang sering melanda kawasan tersebut. Dengan memanfaatkan pendinginan dan aliran udara, struktur bangunan tersebut bisa mengumpulkan air hujan secara signifikan untuk digunakan kembali dalam bangunan tersebut.
Dalam realisasi konsep tersebut, Safdie tidak sendirian. Dia bekerja sama dengan BuroHappold yang bertugas merekayasa struktur baja dan mengembangkan sistem fasad bangunan yang kompleks.

(Foto: Safdie Architects)
Untuk desain taman dikerjakan oleh arsitektur lansekap PWP. PWP memilih tanaman yang mampu bertahan di interioor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News