Suasana sebuah pameran properti di Jakarta. Pertumbuhan pasar properti setahun terakhir disokong dari proyek rumah murah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Antara Foto/Galid Pradipta
Suasana sebuah pameran properti di Jakarta. Pertumbuhan pasar properti setahun terakhir disokong dari proyek rumah murah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Antara Foto/Galid Pradipta

Suku Bunga Naik Lagi, Pasar Properti Lesu Lagi

Properti kpr
Rizkie Fauzian • 13 Desember 2018 12:12
Jakarta: Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau 7-day Reverse Repo Rate tentu mempengaruhi pergerakan bisnis properti. Apalagi BI telah menaikkan suku bunga sebanyak enam kali tahun ini ke posisi 6 persen.
 
“Suku bunga acuan cukup berpengaruh terhadap kredit properti di semua level. Apalagi nyaris setahun terakhir BI sudah cukup sering menaikkan suku bunganya,” kata Sales & Marketing Division Head PT Bakrie Swasakti Utama, Hermon Simanjuntak.
 
Efek suku bunga acuan yang terus bergerak naik, dirasakan pengembang sangat berpengaruh terhadap production cost. Penjualan lesu untuk semua tipe rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Permintaan konsumen menurun karena tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). "Konsumen yang tadinya minat akan memilih wait and see. Karena dengan BI rate 6 persen, biasanya bank mematok bunga KPR menjadi double digit," jelas Herman sebagaimana dikutip dari rumah.com.
 
Sejak awal tahun, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 175 basis poin. Sejalan dengan itu, pada kuartal III-2018 penjualan properti residensial juga menurun sebesar -14,14 persen (qtq), lebih rendah -0,08 persen (qtq) dibandingkan pada kuartal sebelumnya.
 
"Ini akan terasa berat di semua kalangan. Tapi, semua paham, PBI pasti sudah melihat banyak faktor pendukung terkait dengan perubahan yang ada," ungkapnya.
 

(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif