Penataan Puncak Waringin di Labuan Bajo. Foto: Kementerian PUPR
Penataan Puncak Waringin di Labuan Bajo. Foto: Kementerian PUPR

Puncak Waringin di Labuan Bajo Dirancang Lebih Artistik

Rizkie Fauzian • 13 Juli 2020 19:47
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan penataan Puncak Waringin sebagai pusat cenderamata Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
 
"Pembangunan tahap II saat ini progresnya telah mencapai 20,01 persen dengan nilai kontrak sebesar Rp18,2 miliar, yang akan selesai di akhir Desember 2020," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, 13 Juli 2020.
 
Basuki menekankan bahwa penataan kawasan pusat cenderamata Puncak Waringin membutuhkan ketelitian tinggi dengan mengedepankan kualitas artistik dan unsur seni. Kementerian memang harus membina para kontraktor kecil agar kualitas Puncak Waringin bisa menjadi destinasi premium

"Puncak Waringin memang belum selesai seluruhnya. Saya lihat memang masih ada beberapa yang perlu perbaikan, jadi hasilnya harus artistik betul. Mudah-mudahan bisa diperbaiki pada tahap II," ungkap Basuki.
 
Kawasan Puncak Waringin merupakan sentra cenderamata yang dapat menjadi pusat kegiatan perbelanjaan berbagai produk khas dan tradisional di Labuan Bajo. Dengan keberadaan sentra cenderamata tersebut, masyarakat dapat menjual barang-barang dan kerajinan setempat, seperti kain tenun, kopi, tas, boneka, sepatu, dan perhiasan.
 
Pada 2020, Kementerian PUPR melanjutkan penataan Puncak Waringin tahap II dengan lingkup kegiatan berupa pembangunan pusat cenderamata, bangunan area tenun dilengkapi dengan toilet dan mushola, bangunan pos jaga dan ruang genset, taman dan teater di ruang terbuka, area parkir serta jalan setapak.
 
Sebelumnya pada periode 1 Agustus - 28 Desember 2019, Kementerian PUPR telah menyelesaikan penataan Puncak Waringin tahap pertama dengan komponen kegiatan terdiri dari Gedung Utama yang berfungsi sebagai lounge dan pusat cenderamata serta viewing deck dengan biaya sebesar Rp9,3 miliar.
 
Sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Indonesia, Labuan Bajo akan berubah wajahnya di masa mendatang karena saat ini tengah dilakukan pembangunan berbagai infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
 
Hal ini merupakan upaya Pemerintah mendorong Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium yang menarik minat turis domestik dan mancanegara.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan