Kehadiran Jembatan Kaca Bromo Seruni Point menjadi salah satu upaya untuk menambah pilihan destinasi wisata di kawasan Bromo. Meski sudah memasuki tahap pre-launching dan mulai dibuka untuk masyarakat umum, peluncuran resmi Jembatan Kaca Bromo Seruni Point masih akan dilaksanakan pada akhir Juli 2026.
Destinasi baru Jembatan Kaca Bromo
Jembatan Kaca Bromo Seruni Point menjadi destinasi wisata baru di kawasan Bromo dengan ukuran Jembatan Kaca sepanjang sekitar 130 meter di atas jurang sedalam 83 meter. Dari atas jembatan kaca, pengunjung dapat menikmati panorama Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru.Untuk tarif masuk, wisatawan domestik dikenakan tarif masuk Rp55 ribu, sedangkan wisatawan mancanegara sebesar Rp110 ribu. Dari sisi konstruksi, lantai jembatan menggunakan laminated glass berbahan tempered glass dengan lapisan SentryGlass Plus (SGP) setebal 25,52 milimeter. Material tersebut telah melalui berbagai pengujian laboratorium, mulai dari uji beban statis hingga simulasi operasional sebelum dinyatakan memenuhi standar teknis.
Selain mengandalkan material berstandar keselamatan, jembatan ini juga dirancang memiliki umur layanan hingga 50 tahun. Masa pakai tersebut lebih panjang dibandingkan jembatan gantung pada umumnya yang rata-rata dirancang bertahan sekitar 20 tahun.
Sebelum dibuka untuk umum, Jembatan Kaca Bromo Seruni Point telah melalui pemeriksaan menyeluruh oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Pemerintah Kabupaten Probolinggo, dan Forkopimka Sukapura sampai destinasi ini dinyatakan telah memenuhi standar operasional. (Syarifah Komalasari)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda