Adanya tren baru di sektor perkantoran di masa pandemi korona. Foto: Shutterstock
Adanya tren baru di sektor perkantoran di masa pandemi korona. Foto: Shutterstock

Coworking Space, Tren Perkantoran di Masa Pandemi

Properti investasi properti perkantoran bisnis properti
Rizkie Fauzian • 18 September 2020 17:29
Jakarta: Bisnis perkantoran selama masa pandemi covid-19 masih menjadi tantangan bagi para pengembang maupun pemilik gedung. Tingkat keterisian yang rendah menjadi salah satu penyebab tertekannya bisnis ini.
 
Hal ini menyusul dikeluarkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga sebagian pegawai harus bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).
 
Menurut Director Research Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus kondisi ini membuat penyerapan kantor di beberapa wilayah anjlok. Tak terkecuali bisnis coworking space.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di coworking juga sempet ada isu karena terdiri dari beberapa orang dalam satu ruangan ini juga berisiko. Tapi kalau di working space protokolnya ketat, orang jadi aman di sana,
ítu yang kita pikir jadi tren ke depan," katanya dikutip Jumat, 18 September 2020.
 
Singkatnya, pandemi ini membuat konsep fleksibel office dan coworking space jadi tren karena erat kaitannya dengan teknologi. Saat ini masyarakat tidak perlu kerja di satu tempat, tetapi bisa di lokasi yang berbeda-beda.
 
"Saya pikir ke depan kebutuhan fleksibel office dan coworking space ini akan meningkat ke depan, namun perlu dilakukan penyesuaian dan kenyamanan terutama selama pandemi," jelasnya.
 
Lokasi coworking space saat ini masih didominasi kawasan Central Business District (CBD). Anton menyebut penambahan ruang baru saat ini hanya 15 ribu meter persegi di semester I.
 
Beberapa operator besar coworking space melakukan ekspansi yang agreasif karena memiliki modal kerja yang besar. Namun, untuk coworking space kecil belum ada penambahan ruang.
 
"Bebrapa yang existing juga ekspansinya terbatas. Bahkan ada beberapa yang tutup yang kecil dan kebanyakan lokal sangat terpukul dengan pandemi ini," ungkap Anton.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif