Pengembangan kewirausahaan bidang properti dinilai telah mendorong pertumbuhan bisnis perumahan . (Foto: Shutterstock)
Pengembangan kewirausahaan bidang properti dinilai telah mendorong pertumbuhan bisnis perumahan . (Foto: Shutterstock)

Pengembangan Wirausaha Properti Dongkrak Bisnis Perumahan

Properti investasi properti btn Properti milenial Penyediaan Rumah
Rizkie Fauzian • 01 Oktober 2019 19:57
Surabaya: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mendorong generasi milenial untuk menekuni bisnis properti.Pengembangan kewirausahaan bidang properti dinilai telah mendorong pertumbuhan bisnis perumahan perseroan.
 
"Dari berbagai upaya pengembangan wirausaha properti melalui School of Property dan Mini MBA of Property hasilnya sangat efektif. Kalau dari hasil survey setidaknya 70 persen sudah menjadi pengembang dan selebihnya banyak yang mendirikan perusahaan," ujar Direktur Legal, Risk and Compliance BTN R Mahelan Prabantarikso saat memberi kuliah umum di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Selasa, 1 Oktober 2019.
 
Mahelan mengatakan perumahan yang dibangun oleh pengusaha properti lulusan School of Property dan Mini MBA of Property telah menyumbang 40 persen bisnis perumahan BTN, terutama rumah subsidi. Dari kontribusi yang cukup signifikan tersebut membuat BTN antusias untuk memperluas program edukasi wirausaha properti ke daerah-daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kebutuhan rumah itu tidak hanya di pulau Jawa, tetapi daerah-daerah lain juga membutuhkan. Makanya kami dorong anak muda generasi milenial di luar Jawa bisa menjadi pengusaha properti," tegas Mahelan.
Pengembangan Wirausaha Properti Dongkrak Bisnis Perumahan
(Direktur Legal, Risk and Compliance BTN R Mahelan Prabantariksodok. BTN)
Menurut Mahelan, masalah perumahan tidak hanya berasal dari permintaan, tetapi ekosistem perumahan juga perlu menciptakan suplai. Untuk itu BTN secara aktif menjadi integrator, baik dari sisi pembiayaan, menciptakan permintaan, dan menyediakan suplai.
 
"Dari sisi suplai jumlah pengembangnya kurang banyak. Apalagi backlog yang mencapai 11,4 juta ditambah kebutuhan rumah 400 ribu setiap tahunnya maka jumlah pengembang yang mencapai 5.000 sampai 6.000 masih kurang. Sehingga perlu diciptakan pengembang-pengembang baru khususnya dari generasi muda," tambahnya.
 
Sedangkan dari prospek yang ada, lanjut dia, potensi untuk pengembangan wirausaha dibidang properti masih cukup besar. Apalagi jumlah pengusaha baru 2,8 persen dari jumlah penduduk. Sehingga anak muda perlu didorong untuk berminat menjadi pengusaha.
 
Sejak 2016, BTN sangat concern dalam menciptakan wirausaha muda di sektor properti. Hal ini diawali dengan program Mini MBA in Property yang digelar oleh Housing Finance Center (HFC) BTN dengan Sekolah Bisnis & Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB).
 
Menurut Mahelan dengan berbagai pelatihan yang telah dilakukan HFC, hingga akhir Desember 2018, HFC BTN telah mencetak 3.500 calon wirausaha muda di bidang properti. Sedangkan dari jumlah tersebut yang berhasil mendapatkan kredit dari BTN sekitar 20-30 persen.
 
"Target untuk tahun ini, kami bisa mencetak sekitar 1.000 calon developer (pengembang)," tegasnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif