Direktur Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Diana Kusumawati (tengah) (FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma)
Direktur Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Diana Kusumawati (tengah) (FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma)

Pengembang Diajak Selesaikan Tantangan Perumahan

Properti sejuta rumah
Angga Bratadharma • 24 Mei 2019 07:45
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak menampik masih ada tantangan dalam membangun perumahan layak huni. Salah satunya adalah memenuhi kebutuhan rumah layak untuk penduduk.
 
"Perumahan itu nantinya harus memenuhi kebutuhan dari jumlah penduduk. Apalagi penduduk di perkotaan diperkirakan meningkat mungkin nanti mencapai 60 persen," kata Direktur Bina Penataan Bangunan Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR Diana Kusumawati di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.
 
Selain itu, tantangan lain yang dihadapi dalam membangun rumah layak huni adalah infrastruktur seperti aksesbilitasnya, jalan umum, jalan tol, atau jalur kereta api. Kemudahan akses sangat penting karena mempermudah pembeli untuk menjalani kehidupan sehari-hari

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau rumah sudah ada maka apa iya hanya rumah saja. Maka kita pikirkan rumah tersebut terkait aksesibilitasnya. Kemudian tantangan lainnya adalah skema pembiayaan. Ini sering menjadi masalah," tuturnya.
 
Ia menilai pemerintah cukup concern terhadap skema pembiayaan karena berkaitan dengan kemudahan masyarakat dalam memiliki rumah layak huni. Untuk itu, pemerintah meminta kerja sama dari berbagai pihak.
 
"Skema pembiayaan akan kita kaji untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah tersebut," tuturnya.
 
Lebih lanjut, tantangan lainnya adalah rumah-rumah yang dibangun oleh para pengembang harus memiliki sejumlah perizinan yang sesuai dengan aturan berlaku.
 
"Tapi rumah-rumah ini juga harus ada IMB, perizinan, dan lain sebagainya termasuk amdal. Sehingga masyarakat lebih aman ketika mendapatkan rumah," ucapnya.
 
Untuk itu, para pengembang diminta bersama-sama menyelesaikan persoalan rumah layak huni dengan regulator terkait.Hanson International sebagai perusahaan landbank properti juga berupaya membangun perumahan yang layak huni dan bisa meningkatkan kualitas keluarga. Saat ini, Hanson tidak hanya membangun perumahan semata tapi membangun kota yang terintegrasi.
 
"Tidak hanya bangun rumah, tapi kota yang terintegrasi karena kebutuhan rumah sangat tinggi. Di Jakarta kebutuhan sangat tinggi terutama di Jabodetabek. Masih ada dua juta yang belum punya rumah," kata Head of PR & Communication Hanson International Dessy A.
 
Ia menambahkan visi dan misi Hanson bukan bertujuan menyediakan rumah dengan segmen ke atas melainkan menengah ke bawah. Hal itu lantaran masyarakat menengah ke bawah lebih banyak yang membutuhkan rumah.
 
"Kita punya misi mereka yang menengah ke bawah bisa memiliki rumah dan nanti bisa membawa keluarganya meningkat kualitasnya," ucapnya.

 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif