Pemerintah butuh Rp780 triliun untuk atasi backlog rumah. (Foto: dok. Kementerian PUPR)
Pemerintah butuh Rp780 triliun untuk atasi backlog rumah. (Foto: dok. Kementerian PUPR)

Atasi Backlog Rumah, Pemerintah Butuh Rp780 Triliun

Properti sejuta rumah
Rizkie Fauzian • 15 Agustus 2019 08:05
Jakarta: Pemerintah menargetkan penurunan backlog rumah sebanyak 7,6 juta menjadi 5 juta unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Diperkirakan total investasi yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut sebesar Rp780 triliun.
 
"Kemampuan anggaran pemerintah hanya mampu memenuhi 30 persen dari total pembiayaan," kata Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (PIPUP) Eko Djoeli Heripoerwanto di Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Akibat keterbatasan tersebut pemerintah memerlukan skema pembiayaan alternatif dalam penyediaan perumahan melalui keterlibatan sektor swasta. Salah satunya dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tingginya harga tanah di perkotaan merupakan salah satu tantangan utama dalam penyediaan perumahan yang layak dan terjangkau. Biaya pengadaan tanah juga mengambil porsi besar dari investasi para pengembang perumahan.
 
"Oleh karena itu, intervensi pemerintah melalui dukungan finansial maupun non-finansial serta melalui reformasi kebijakan terkait pembiayaan perumahan akan menjadi sangat penting," jelasnya.
 
Eko menambahkan, hunian vertikal menjadi salah satu solusi perumahan di perkotaan yang lahannya terbatas. Skema KPBU dapat digunakan dalam pembangunan hunian berimbang untuk pengembangan area seperti konsep superblok.
 
"Konsep superblok bertujuan untuk memberikan solusi penyediaan rumah MBR agar tidak jauh ke pusat keramaian dan ekonomi. Di dalamnya harus dijamin bahwa ada sebagian hunian yang dibangun untuk MBR," ucap Eko.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif