Banyak pengembang properti menjual proyek dengan harga miring di tengah pandemi. Foto: Shutterstock
Banyak pengembang properti menjual proyek dengan harga miring di tengah pandemi. Foto: Shutterstock

Jual Harga Miring, Pengembang Diminta Jaga Reputasi

Properti investasi properti perumahan bisnis properti rumah tapak
Rizkie Fauzian • 08 Januari 2021 13:27
Jakarta: Pandemi covid-19 membuat para pengembang properti berputar otak untuk menjual proyeknya. Beberapa di antaranya bahkan memberikan harga miring untuk memenuhi keinginan pasar.
 
Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan wajar jika pengembang menggunakan strategi tersebut, terutama saat kondisi seperti saat ini.
 
"Harga tersebut ada koresi, tapi tidak signifikan, harga miring ini juga biasanya tidak diekspos karena akan ada konsekuensi secara reputasi turun," katanya dalam paparan dikutip, Jumat, 8 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Ferry, bagi pembeli harga miring tak selalu positif. Pembeli rumah dengan harga normal tentu tidak akan senang bila pengembang tiba-tiba menurunkan harga jual.
 
"Pembali dengan harga normal akan marah karena harganya berbeda, ini yang dimaksud reputasinya (pengembang) buruk," jelas Ferry.
 
Meski demikian, Ferry menjelaskan jika ini merupakan salah satu strategi pengembang untuk bertahan di tengah pandemi. Ada biaya operasional yang harus dipenuhi setiap bulannya.
 
"Bagi konsumen yang ada dana menganggur, dan dana tersebut masih bisa bertahan hingga 2-3 tahun, maka tidak akan rugi untuk beli properti," ungkapnya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif