Gairahkan Pasar Hunian Mewah dengan <i>Gimmick</I>
Maket rumah kelas menengah dalam sebuah pameran Indonesia Property Expo 2018. Saat ini pasar properti digerakkan oleh rumah yang harganya kurang dari Rp 1 milyar.Antara Foto/Hafidz Mubarak
Jakarta: Memasuki kuartal terakhir di 2018, pelaku industri properti terus berharap akan ada perubahan besar yang terjadi. Sayangnya kondisi pasar yang masih melambat berdampak cukup dalam pada penjualan proyek.

"Kondisi pasar yang melambat sangat terasa khususnya pada properti harga di atas Rp 1 miliar" kata Marketing & Sales Division Head PT Bakrie Swasakti Utama, Hermon Simanjuntak.


"Pembeli cenderung menunggu sehingga keputusan pembelian jadi lebih lama. Termasuk saat memilih waktu pembayaran, konsumen lebih mempertimbangkan tenor panjang," sambungnya dalam surat elektronik.

Meski begitu, berbagai pelaku industri tetap meyakini instrumen investasi di sektor riil seperti properti masih sangat menjanjikan. Lantaran bila dibanding negara Asia lainnya, Indonesia dianggap masih memiliki fundamental ekonomi yang stabil.

Prospek properti sangat dipengaruhi banyak faktor eksternal. Seperti pertumbuhan ekonomi, siklus bisnis, suku bunga, rasio Loan to Value, infrastruktur, demografi, regulasi pemerintah dan lokasi.

Menyiasati kondisi pasar yang masih lesu, pengembang pun memilih melakukan berbagai siasat agar penjualan tetap terjaga. Misalnya PT Bakrie Swasakti melancarkan sejumlah gimmick untuk pasarkan The Masterpiece dan The Empyreal yang merupakan proyek apartemen premium.

"Diskon untuk pembayaran secara tunai keras yang saat ini tengah kami lakukan. Selain itu bayar tunai empat kali langsung serah terima unit. Dari strategi ini hasilnya lumayan, kami bahkan cukup percaya diri mampu membukukan target penjualan di akhir tahun sebesar Rp 360 miliar," kata Hermon.



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id