Pasar Legi Surakarta dibangun dengan anggaran Rp114,7 miliar. Foto: Kementerian PUPR
Pasar Legi Surakarta dibangun dengan anggaran Rp114,7 miliar. Foto: Kementerian PUPR

3 Pasar di Jateng Diperbaiki dengan Konsep Green Building

Rizkie Fauzian • 28 Desember 2021 06:51
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan revitalisasi tiga pasar di Provinsi Jawa Tengah yakni Pasar Legi Surakarta, Pasar Banyumas dan Pasar Gede Klaten.
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan revitalisasi pasar dilakukan dengan meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis (tidak kumuh). 
 
"Diharapkan, infrastruktur pasar yang berkualitas dapat dirasakan langsung manfaatnya, terutama menjamin distribusi bahan pokok dan turut menggerakan sektor riil atau UMKM yang merata hingga pelosok desa di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Revitalisasi ketiga pasar di Jawa Tengah tersebut dilakukan pada 2020-2021. Saat ini progresnya telah mencapai 100 persen. Revitalisasi pasar ini dilaksanakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah Direktorat Jenderal Cipta Karya.
3 Pasar di Jateng Diperbaiki dengan Konsep <i>Green Building</i>
Pasar Legi Surakarta dibangun dengan anggaran Rp114,7 miliar. Foto: Kementerian PUPR
 
Revitalisasi Pasar Legi Surakarta dilakukan karena sempat terbakar dua kali pada 2018 dan 2020. Revitalisasi  salah satu pasar terbesar di Surakarta ini menggunakan konsep Green Building dan bersertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) Tingkat Pratama ini memiliki lahan seluas 21,9 ribu meter persegi dan luas bangunan sebesar 31 ribu meter persegi. 
 
Bangunan Pasar Legi Surakarta terdiri dari 4 Zona yaitu Blok A, Blok B, Blok C, dan Blok D yang masing-masing memiliki gedung 3 Lantai terdiri dari lantai semi basement, lantai dasar, serta lantai atap. Sedangkan penataan di dalam area pasar mencakup 337 unit kios, 1.932 unit los, dan 250 unit plataran.
 
Revitalisasi pasar ini dilaksanakan dengan anggaran Rp114,7 miliar. Konstruksi pasar dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan Urban (Persero)dan PT Yodya Karya (Persero) Wilayah 1 sebagai manajemen konstruksi, dengan lingkup pekerjaan renovasi secara menyeluruh.
 
3 Pasar di Jateng Diperbaiki dengan Konsep <i>Green Building</i>
Pasar Banyumas dibangun dengan anggaran Rp17,6 miliar. Foto: Kementerian PUPR
 
Pasar selanjutnya yang direvitalisasi oleh Kementerian PUPR adalah Pasar Banyumas. Revitalisasi  pasar ini meliputi pembangunan gedung 2 lantai yang terdiri dari 81 unit kios dan 191 unit los. 
 
Rehabilitasi Pasar Banyumas telah menerapkan Building Information Modelling (BIM) dari segi pendokumentasian model dan pengendalian proyek sesuai Permen PUPR No. 22/2018 tentang Pembangunan Gedung Negara yang mewajibkan digunakannya BIM untuk bangunan gedung negara seluas diatas 2000 meter persegi dan lebih dari dua lantai.
 
Rehabilitasi Pasar Banyumas dilaksanakan oleh PT Anugrah Mitra Kinasih sebagai kontraktor dengan anggaran Rp17,6 miliar dan konsultan PT Ciria Expertindo Consultant KSO PT Dieng Agung.
3 Pasar di Jateng Diperbaiki dengan Konsep <i>Green Building</i>
Pasar Gede Klaten dibangun dengan anggaran Rp1,7 miliar. Foto: Kementerian PUPR
 
Pasar ketiga adalah Pasar Gede Klaten. Rehabilitasi Pasar Gede Klaten Tahap I terdiri dari pembangunan Zona 3 sebanyak 47 unit kios dan Zona 4 32 unit kios. Anggaran rehabilitasi pasar tahap I ini sebesar Rp4,7 miliar. 
 
Revitalisasi Pasar Gede Klaten Tahap II terdiri dari pembangunan gedung setinggi tiga lantai yang terdiri dari Blok A dan Blok B. Blok A terdiri dari 1.164 buah kios dan 464 buah los, sedangkan untuk Blok B memiliki 46 buah kios, 108 buah los, 167 buah oprokan dan 20 buah kios kuliner. 
 
Pembangunan Pasar Gede Klaten Tahap II dimulai pada Desember 2021 dikerjakan oleh kontraktor PT Karya Bangun Mandiri Persada dengan anggaran sebesar Rp81 miliar, Konsultan Manajemen Konstruksi PT Gapssary Mitra Kreasi KSO PT Manggalakarya Bangun Sarana dengan anggaran sebesar Rp1,7 miliar. 
 
Renovasi pasar oleh Kementerian PUPR merupakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) No.43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 
 
Revitalisasi ini diharapkan dapat memperlancar transaksi jual beli, meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif