Piring terbang dari Samara
Ide desain Samara Arena muncul dari sejarah peran Samara dalam riset luar angkasa Rusia. dezeen/GUS SO TerrNIIgrazhdanproekt
Jakarta: Samara Arena merupakan salah satu stadion yang digunakan dalam Piala Dunia 2018. Lokasinya di kota Samara, distrik Radiotsentr, Rusia.

Fasad stadion bernilai Rp4,2 triliun ini memiliki bentuk kubah transparan. Hal ini membuat arena terlihat seperti piring raksasa yang tergeletak dalam posisi terbalik.


Tetapi menurut biro arsitektur yang merancangnya, GUS SO TerrNIIgrazhdanproekt, desain tersebut terinpirasi piring terbang. Sebagaimana dikutip dari dezeen desain itu mencerminkan peranan Samara sebagai salah satu situs penting Rusia dalam sejarah eksplorasi luar angkasa.

Atap stadion berbentuk kubah setinggi 65,5 meter yang ditopang dengan 32 panel. Luas total atapnya mencapai 76 ribu meter persegi. Kapasitas tampunynya 45 ribu penonton.


Suasana tribun Samara Arena saat berlangsung laga Inggris vs Swedia (7/7/2018). AFP Photo/Jewel Samad

Proyek pembangunannya telah dimulai sejak 2010. Tetapi baru mendapat kepastian untuk dilanjutkan pembangunannya pada 2012 setelah Samara ditunjuk menjadi salah satu kota penyelenggara Piala Dunia 2018 Rusia.

Kemudian, pembangunan mulai dilakukan pada pertengahan 2014. Lonjakan biaya dan berbagai perubahan dari rencana awal membuat stadion ini baru rampung pada awal 2018.

Setelah Piala Dunia 2018, stadion akan menjadi markas bagi klub sepak bola Krylya Sovetov.

 



(LHE)