BI naikkan suku bunga, REI: Aman, asal...
Gubernur BI Perry Warjiyo (tengah) mengumumkan naiknya suku bunga acuan sebesar 50 basis point (29/6/2018). Antara Foto/Rivan Awal Lingga
Jakarta: Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Days Repo Rate (BI 7DRR) sebesar dari 4,74 persen menjadi 5,25 persen. Namun kenaikan sebesar 50 basis point tersebut dinilai tidak akan mempengaruhi kinerja sektor properti.

"Kenaikan tersebut tidak akan berpengaruh ke sektor properti karena BI masih menjaga suku bunga kreditnya agar tidak ikut naik," kata Sekretaris Jenderal DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida kepada Medcom.id, Jumat (29/6/2018).


Menurutnya, kenaikan suku bunga tersebut bisa diredam karena relaksasi loan to value dan financing to value (LTV/FTV) yang dilakukan BI. "Sebenarnya sudah disiapkan relaksasi likuiditas dari perbankan dan bank sepakat tidak akan menaikkan suku bunga kredit," jelasnya.

Pelonggaran LTV

Relaksasi aturan uang muka pada kredit pemilikan rumah (KPR) atau LTV dinilai bisa membangkitkan sektor properti karena akan meningkatkan pembelian rumah. Pemerintah punya kepentingan besar agar sektor properti terus tumbuh karena akan berdampak kepada ekonomi riil.


"Relaksasi LTV dan KPR inden dilakukan agar sektor properti kembali meningkat," ujar Totok.


Ditambahkannya, relaksasi yang dilakukan BI memungkinkan uang muka untuk pembelian rumah pertama menjadi 0 persen. Meski relaksasi LTV yang diberikan BI bisa mendorong daya beli masyarakat untuk membeli rumah, namun berisiko terhadap kenaikan kredit bermasalah.

Namun demikian relaksasi uang muka tidak akan meningkatkan kredit bermasalah karena BI menyerahkan pruden kepada calon debiturnya. Totok juga mengingatkan perbankan lebih selektif dalam memilih calon debitur.

"Misalnya, perbankan sebelumnya telah menilai calon debiturnya layak atau tidak, kalau pendapatannya jelas mungkin bank bisa memberikan uang muka hingga 0 persen tetapi kalau penghasilannya tidak cukup tetap tidak mungkin kan diberikan 0 persen," paparnya.


 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id