Rencananya, milenial pemula akan ditempatkan di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) (Foto:MI/Arya Manggala)
Rencananya, milenial pemula akan ditempatkan di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) (Foto:MI/Arya Manggala)

Pemerintah Matangkan Program Perumahan untuk Milenial

Properti program sejuta rumah
Anggi Tondi Martaon • 04 Maret 2019 15:33
Jakarta: Pemerintah masih terus mengejar target realisasi Program Sejuta Rumah. Untuk mewujudkannya dilakukan melalui berbagai upaya, di antaranya Program Perumahan untuk Generasi Milenial.
 
Program yang diharapkan mampu memfasilitasi kaum milenial memiliki hunian itu sedang digodok konsepnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
 
"Sedang digodok dulu," kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, ditemui di sela acara PUPR 4.0 Expo di Kantor Kementerian PUPR, Jalan Pattimura, Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program Perumahan untuk Generasi Milenial akan dibagi ke dalam beberapa klaster. Pertama, milenial pemula (lajang, maksimal umur 30 tahun). Kedua, milenial berkembang (sudah berkeluarga).
 
"Untuk milenial pemula, biasanya masih lajang, belum ingin punya rumah. Mereka butuh hunian yang cocok untuk keseharian mereka. Seperti di tengah kota, aksesnya ke tempat aktivitas mudah, akses internet, dan komunikasi lancar," ucap Khalawi.
 
Bagi milenial pemula akan ditempatkan di rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Program untuk kelompok milenial pemula ini akan dikerjakan bersama berbagai pihak. Salah satunya, pemerintah daerah.
 
"Kita punya lahan dan kita bangun untuk sewa generasi milenial ini," ucap Khalawi, menambahkan.
 
Berlanjut ke kelompok milenial berkembang. Pada kelompok ini para milenial butuh hunian yang lebih luas karena berbagai faktor. Utamanya, karena sudah keluarga.
 
"Bagi milenial yang sudah berkeluarga, membutuhkan rumah sendiri," katanya.
 
Lantaran masih dalam tahap pembahasan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Khalawi belum bisa menjelaskan secara rinci perihal Program Perumahan untuk Generasi Milenial.
 
"Saat ini sedang dibahas. Salah satunya, soal skema pembayaran. Tentunya, hal ini kita bicarakan juga dengan Kemenkeu. Belum ada keputusan," ujar Khalawi.
 
Pemerintah telah mencanangkan Program Sejuta Rumah pada 2018. Program itu diklaim telah melampaui target mencapai 1.132.621 unit per 31 Desember 2018.
 
Program ini kolaborasi antara pemangku kepentingan di bidang perumahan, yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi pengembang perumahan seperti REI dan Apersi, perbankan, perusahaan swasta melalui corporate social responsibility (CSR), dan masyarakat.
 
Program Sejuta Rumah diharapkan dapat memperkecil backlog hunian di Indonesia yang mencapai 7,6 juta unit pada 2015, menjadi 5,4 juta unit pada 2019.
 
Sementara itu, capaian 1.132.621 unit terbagi 69 persen atau 785.641 unit rumah MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) dan 31 persen atau 346.980 unit rumah non-MBR.
 
Untuk kategori rumah MBR, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyediaan Perumahan membangun sebanyak 217.064 unit rumah. Angka ini terdiri atas rumah susun (rusun) sebanyak 11.655 unit, rumah khusus 4,525 unit, dan rumah swadaya sejumlah 200.884 unit.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif