Konsumen minta perbankan turunkan suku bunga KPR. Foto: Shutterstock
Konsumen minta perbankan turunkan suku bunga KPR. Foto: Shutterstock

Konsumen Minta Bunga KPR Rendah daripada Tunda Cicilan

Properti perumahan suku bunga bisnis properti kpr
Rizkie Fauzian • 28 Juli 2020 12:02
Jakarta: Penurunan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) diharapkan bisa menjadi stimulus industri properti, terutama dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi konsumen yang akan membeli hunian.
 
Hal tersebut sejalan dengan hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study semester II-2020. Sebanyak 92 persen responden menyatakan bahwa besarnya cicilan bulanan menjadi faktor utama dalam membeli rumah.
 
Faktor kedua yang menjadi pertimbangan utama adalah jangka waktu kredit dan faktor ketiga yaitu tingkat suku bunga KPR yang dinyatakan oleh 73 persen responden.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan bahwa masyarakat berharap pemerintah mengambil tindakan dan kebijakan lainnya untuk mendorong transaksi pembelian dan penjualan properti.
 
"Mayoritas responden atau sejumlah 90 persen menginginkan pemerintah untuk menurunkan suku bunga KPR agar cicilan bulanan bisa lebih ringan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 Juli 2020.
 
Kebijakan ini diinginkan oleh lebih banyak responden dibandingkan penurunan besaran uang muka pembelian properti yang diambil ketika krisis sekarang yang dinyatakan oleh 72 persen responden.
 
"Hanya 29 persen responden yang ingin pemerintah bisa menunda pembayaran cicilan selama pandemi," ungkap Marine.
 
Sementara itu, terkait situasi pandemi covid-19, hanya satu dari tiga atau 32 persen responden menyatakan kepuasannya terhadap tindakan dan kebijakan pemerintah untuk menstabilkan pasar properti, khususnya dalam situasi krisis seperti sekarang ini.
 
"Sedangkan 24 persen responden menyatakan ketidakpuasannya terhadap kebijakan pemerintah saat ini. Oleh karena itu secara umum masyarakat mengharapkan pemerintah mengeluarkan kebijakan sehingga bisa menurunkan suku bunga KPR dan menurunkan besaran uang muka," jelas Marine.
 
Besaran uang muka memang masih menjadi kendala utama yang dihadapi oleh masyarakat ketika mengambil KPR. Ketidakmampuan untuk membayar uang muka dinyatakan oleh 51 persen responden ketika ditanya kesulitan yang dihadapi saat mengambil pinjaman membeli rumah.
 
"Kendala lainnya adalah gaji atau pendapatan yang tidak stabil sehingga menjadi penghambat mengambil cicilan rumah, hal ini dinyatakan oleh 46 persen responden," ungkapnya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif