Pengembang perumahan diminta daftar Sireng. Foto: Shutterstock
Pengembang perumahan diminta daftar Sireng. Foto: Shutterstock

Marak Penipuan, Pengembang Rumah Diminta Daftar Sireng

Properti investasi properti penipuan bisnis properti Penyediaan Rumah
Rizkie Fauzian • 10 Januari 2020 10:40
Jakarta: Penipuan rumah murah kembali terjadi di wilayah Indonesia. Terbaru kasus penipuan berkedok perumahan syariah Multazam Islamic Residence yang dijalankan PT Cahaya Mentari Pratama.
 
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimujono meminta asosiasi pengembang perumahan untuk mendorong anggotanya melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data di Sistem Registrasi Pengembang (Sireng).
 
Sireng merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR. Pengembang perumahan diminta mendaftar sebab belakangan marak kasus penipuan perumahan berbasis syariah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hingga saat ini, sebanyak 12.802 pengembang telah terdaftar di Sireng Kementerian PUPR yang terbagi ke dalam 18 asosiasi pengembang. Kami harapkan asosiasi pengembang berperan aktif mendorong anggotanya memproduksi dan menjual rumah MBR dengan kualitas layak huni dan terjangkau," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 Januari 2020.
 
Untuk menghindari penipuan, konsumen rumah subsidi dapat mengetahui apakah pengembang perumahannya telah terdaftar atau belum. Konsumen cukup mengakses alamat https://sireng.pu.go.id/ dan memasukkan nama pengembang untuk mengetahui apakah telah terdaftar secara resmi.
 
Pengembang yang telah terdaftar pada sistem tersebut telah diseleksi oleh asosiasi dimana pengembang tersebut bernaung. Untuk memudahkan masyarakat dalam mencari rumah subsidi, Kementerian PUPR meluncurkan aplikasi berbasis Android yakni Sistem Informasi KPR Subsidi Pemerintah (SiKasep).
 
Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat memilih lokasi rumah subsidi yang diinginkan dari pengembang yang sudah terdaftar dan mengajukan KPR rumah subsidi secara online.
 
Sementara itu, terkait dengan keberadaan PT Madinah Properti Indonesia yang melakukan penipuan ribuan masyarakat terkait perumahan syariah bodong di Banten, pihaknya belum pernah melakukan interaksi secara langsung dengan pengembang perumahan tersebut.
 
"Kalau kita mengeceknya paling sederhana ada di Sireng. Di situ kami tidak menemukan pengembang tersebut masuk dalam data, artinya bukan penyalur rumah bersubsidi," ujar Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat jenderal Penyediaan Perumahan M Yusuf Hariagung.
 
Apalagi harga rumah yang ditawarkan pengembang tersebut relatif murah. Sehingga kalau dilihat dari konteks harga masuk dalam kategori rumah yang harganya ditetapkan oleh pemerintah namun aturan dan lainya tidak seperti rumah bersubsidi.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif