Jumlah rumah bagi masyarakat usia produktif masih kurang. dok. Kementerian PUPR
Jumlah rumah bagi masyarakat usia produktif masih kurang. dok. Kementerian PUPR

Pembangunan Rumah tak Sepadan dengan Jumlah Masyarakat

Properti perumahan sejuta rumah Properti milenial Penyediaan Rumah
Antara • 06 Januari 2020 16:03
Jakarta: Pembangunan perumahan di Indonesia dianggap lambat bila dibandingkan dengan peningkatan jumlah masyarakat usia produktif. Padahal masih banyak masyarakat yang memerlukan tempat tinggal.
 
"Angka peningkatan pembangunan perumahan masih kalah dengan angka peningkatan jumlah keluarga. Jumlah keluarga makin banyak, pembangunan rumahnya kalah cepat," kata Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kantor Wapres Jakarta, Senin, 6 Januari 2020.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase keluarga yang memiliki rumah mengalami penurunan pada 2015 sebesar 82,63 persen menjadi 80,02 persen pada 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penurunan tersebut menunjukkan jumlah masyarakat yang memerlukan rumah semakin tinggi," ungkap Ma'ruf Amin.
 
Tingginya jumlah masyarakat yang memerlukan tempat tinggal diprediksi akan terus meningkat hingga 2030. Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif lebih besar daripada penduduk usia tidak produktif.
 
Oleh karena itu, Wapres berharap Real Estate Indonesia (REI) dapat mendukung upaya Pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal layak bagi masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah.
 
"Artinya, yang memerlukan rumah itu bertambah. Oleh karena itu semangat program membangun rumah harus terus ditingkatkan jika ingin angka pembangunan perumahan bertambah tinggi, kita harus mempercepat lagi," jelasnya.
 
Wapres juga mengapresiasi keberhasilan Program Sejuta Rumah yang sudah mencapai target membangun rumah, baik untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan non-MBR.
 
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sebanyak 1,25 juta unit rumah telah berhasil dibangun per 31 Desember 2019 dengan rincian 945.161 unit di antaranya untuk MBR dan 312.691 unit untuk non-MBR.
 
Wapres berharap program serupa dapat diteruskan dengan jumlah target capaian ditingkatkan untuk mempertimbangkan potensi bonus demografi tersebut.
 
"Capaian itu masih perlu ditingkatkan mengingat angka pertumbuhan keluarga baru juga terus meningkat," ujarnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif