Rumah tapak masih menjadi daya tarik bagi investor lokal dan asing. Ilustrasi: Shutterstock
Rumah tapak masih menjadi daya tarik bagi investor lokal dan asing. Ilustrasi: Shutterstock

Bisnis Pergudangan dan Rumah Tapak Bakal Cemerlang di 2022

Properti logistik investasi properti Bisnis Properti rumah tapak
Rizkie Fauzian • 19 Oktober 2021 22:44
Jakarta: Pandemi covid-19 merupakan periode menantang bagi pasar properti di Jabodetabek. Namun, beberapa sektor terbukti tangguh di tengah pandemi.
 
"Beberapa sektor terbukti tangguh di tengah pandemi khususnya logistik, dan rumah tapak. Sektor ini berpotensi untuk terus menjadi daya tarik bagi investor lokal dan asing," kata Country Head Jones Lang LaSalle (JLL) James Allan.
 
Head of Research JLL Yunus Karim menambahkan, rumah tapak merupakan sektor yang bertahan di tengah pandemi karena masih banyaknya permintaan dari pasar. Hingga tahun depan rumah tapak masih baik responsnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengembang masih cukup aktif meluncurkan proyek baru karena masih banyak permintaan, dan didukung insentif pemerintah. Rumah tapak juga paling diminati pembeli dibandingkan kondominiun. Rumah tapak biasanya end user, tapi kondominium didominasi investor," jelasnya dalam konferensi pers virtual, Selasa, 19 Oktober 2021.
 
Sementara pergudangan modern, masih bertahan hingga tahun depan karena dukungan dari e-commerce dan logistik. Selama pandemi, banyak masyarakat yang berbelanja dari rumah sehingga permintaan pergudangan modern masih sehat.
 
"Pergudangan diperkirakan akan tetap menerima respons baik dari pasar khususnya e-commerce dan penyedia jasa logistik. Jika dibandingkan dengan negara lainnya, pasokan yang ada terbatas hanya sekitar 2 juta meter persegi," ujarnya.
 
Head of Industrial JLL Indonesia Farazia Basarah menyampaikan bahwa selama kuartal III tahun ini permintaan positif didominasi oleh penyedia jasa logistik yang terus berekspansi dengan menyewa ruang gudang di area Jabodetabek.
 
Selain itu, perusahaan e-commerce, khususnya start-up yang bertumbuh pesat saat ini cenderung mencari ruang gudang yang berlokasi dekat dengan pusat kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Semarang, dan Bandung.
 
"Permintaan yang sehat ini membuat tingkat hunian ruang gudang modern di Jabodetabek cukup stabil di angka 93 persen," ungkap Farazia.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif