Pencapaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose yang digelar pada Kamis (11/6/2026). Kinerja penjualan ditopang oleh tingginya permintaan terhadap produk-produk properti baru, terutama pada segmen menengah dan menengah atas.
Permintaan hunian tetap kuat
President Director Summarecon Adrianto P. Adhi mengatakan pasar hunian pada segmen tersebut masih menunjukkan daya tahan yang baik di tengah berbagai tantangan ekonomi yang berlangsung."Permintaan terhadap produk-produk Summarecon yang mengedepankan inovasi, kualitas pembangunan yang tinggi, konsep pengembangan kawasan terintegrasi, serta memiliki nilai investasi jangka panjang masih menunjukkan resiliensi yang baik," ujar Adrianto, Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menambahkan, perusahaan akan tetap menerapkan pengelolaan kas secara prudent, mencermati perubahan pasar, serta berfokus pada pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan guna menciptakan pertumbuhan jangka panjang.
Pendapatan dan laba tumbuh positif
Sepanjang 2025, Summarecon membukukan pendapatan sebesar Rp8,77 triliun dengan laba bersih mencapai Rp1,20 triliun.Segmen pengembangan properti yang mencakup penjualan hunian, komersial, dan apartemen menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp5,51 triliun atau sekitar 63 persen dari total pendapatan perusahaan.
Sementara itu, segmen investasi properti dan manajemen mencatat pendapatan Rp2,28 triliun atau tumbuh 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan sewa pusat perbelanjaan yang bertambah Rp113,85 miliar.
Adapun segmen bisnis lainnya membukukan pendapatan Rp981,12 miliar atau meningkat 1 persen dibandingkan tahun 2024. Kinerja tersebut terutama didukung oleh pertumbuhan bisnis perhotelan yang terus menunjukkan tren positif.
Saat ini Summarecon mengembangkan sembilan kawasan kota terpadu yang tersebar di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang.
Bagikan dividen dan umumkan jajaran direksi
Dalam RUPST tersebut, perseroan juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp5 per saham atau dengan total nilai Rp82,54 miliar kepada para pemegang saham.Selain itu, Summarecon mengumumkan susunan Dewan Komisaris dan Direksi untuk periode berjalan.
Dewan Komisaris:
- Soetjipto Nagaria – Komisaris Utama
- Harto Djojo Nagaria – Komisaris
- Liliawati Rahardjo – Komisaris
- Hendri Rahardja – Komisaris
- Edi Darnadi – Komisaris Independen
- Kris Erlangga Adji Widjaya – Komisaris Independen
Dewan Direksi:
- Adrianto Pitojo Adi – Direktur Utama
- Soegianto Nagaria – Direktur
- Herman Nagaria – Direktur
- Sharif Benyamin – Direktur
- Lydia Tjio – Direktur
- Nanik Widjaja – Direktur
- Jason Lim – Direktur
Target marketing sales 2026
Untuk tahun 2026, Summarecon menargetkan marketing sales sebesar Rp5,2 triliun yang berasal dari seluruh proyek di sembilan kawasan kota terpadu yang dikembangkan perusahaan.Optimisme terhadap target tersebut terlihat dari capaian penjualan pada kuartal pertama 2026 yang mencapai Rp1,2 triliun. Nilai tersebut tumbuh 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja awal tahun yang positif tersebut menjadi modal bagi Summarecon untuk tetap menjaga pertumbuhan bisnis di tengah tantangan ekonomi dan dinamika pasar properti nasional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda