Para insinyur juga harus mampu mengawasi pelaksanaan pembangunan dengan baik. Foto: Shutterstock
Para insinyur juga harus mampu mengawasi pelaksanaan pembangunan dengan baik. Foto: Shutterstock

Peran Insinyur Wujudkan Hunian Layak

Rizkie Fauzian • 11 April 2021 19:56
Bandung: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajak para insinyur di Indonesia untuk mendukung program pembangunan infrastrukur dan perumahan rakyat khususnya Program Sejuta Rumah. 
 
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan sumbangsih pemikiran dan hasil kinerja para insinyur di lapangan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus daya saing Indonesia dengan negara lain.
 
"Kami juga mengajak para insinyur Indonesia untuk ikut mendukung program perumahan yakni Program Sejuta Rumah untuk masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu, 11 April 2021.

Dalam Program Sejuta Rumah, peran insinyur sangat dibutuhkan untuk mewujudkan hunian yang layak dengan struktur dan konstuksi bangunan yang baik. Para insinyur juga harus mampu mengawasi pelaksanaan pembangunan dengan baik.
 
"Insinyur Indonesia harus mampu bersaing dan jangan kalah dengan insinyur dari luar negeri," kata Khalawi.
 
Khalawi menerangkan, profesi insinyur sebagai salah satu profesi penting dalam pembangunan infrastruktur dan perumahan juga sesuai dengan amanah Undang-undang Nomor 11 Tahun 2011 tentang Rumah Susun. 
 
Profesi insnyur merupakan pengakuan kompetensi sebagai sarjana teknik agar bisa berkiprah lebih baik dan meningkatkan daya saing baik di tingkat nasional maupun global. Saat ini ada sekitar 260 ribu lulusan insinyur yang tersebar di Indonesia maupun negara lain. 
 
Namun demikian, masalah penyediaan perumahan bagi masyarakat menjadi tantangan besar bagi para insinyur Indonesia. Dari data yang ada saat ini tercatat backlog perumahan masyarakat masih cukup tinggi yakni sekitar 7,8 juta unit. 
 
"Kami juga meminta para insinyur untuk mewujudkan inovasi dalam pembangunan serta tetap senantiasa memegang teguh integritas,martabat profesi dan meningkatkan kemampuannya," ungkapnya. 
 
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto menyatakan tantangan para insinyur di Indonesia menghadapi tantangan yang lebih berat dibandingkan negara-negara lain. 
 
Untuk itu, kompetensi para insinyur ke depan perlu di tingkatkan menjelang era keinsinyuran baru di Indonesia yakni adanya pendidikan di bangku perguruan tinggai, penetapan profesi dan sertifikasi.
 
"Insinyur Indonesia harus profesional dan bisa bersaing dengan para insinyur dari negara-negara lain di dunia. Tugas para insinyur bukan hanya mempersatukan dan membangun ribuan pulau di Indonesia tapi juga mensejahterakan masyarakat melalui penggunaan teknologi serta informasi yang ada saat ini," katanya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan