Penggunaan Air 80 Gedung di Jakarta Diawasi

Yanurisa Ananta 12 Maret 2018 14:40 WIB
gedung ambruk
Penggunaan Air 80 Gedung di Jakarta Diawasi
Penjaringan, jakarta Utara, adalah adalah salah satu daerah yang mengalami penurunan permukaan tanah terparah. Antara Foto/Aprilio Akbar
Jakarta: Penggunaan air tanah oleh 80-an gedung di Jakarta akan diawasi secara khusus. Pengawasan tersebut menyusul munculnya dugaan penggunaan berlebihan air tanah dengan modus pembuatan sumur dalam yang tidak dilaporkan keberadaanya.

“Ini seperti razia gedung tinggi untuk memastikan mereka menaati semua aturan,” ujar  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (12/3/2018).


Pengawasan dilakukan tim terdiri dari beberapa unsur Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan, Dinas Perindustrian dan Energi, Satpol PP dan Dinas Sumber Daya Air serta Balai Konservasi Air Tanah. Mereka akan bekerja selama hingga 21 hari ke depan.

Langkah ini menindaklanjuti Keputusan Gubernur (Kepgub) No 279/2018 pada 6 Februari lalu tentang Tim Pengawasan Terpadu Penyediaan Sumur Resapan dan Instalasu Pengolahan Air Limbah Serta Pemanfaatan Air Tanah di Bangunan Gedung dan Perumahan.

Razia mencakup memeriksa lokasi sumur serapan gedung, pompa air, sumur dalam, instalasi pengelolaan air limbah dan pipa air apakah sesuai dengan perizinan serta aturan berlaku. Prinsipnya ada batas penggunaan volume air tanah oleh setiap bangunan dan air limbah yang telah direhabilitasi harus kembali ke dalam tanah.

"Gedung tinggilah yang sering memanfaatkan air dari sumur dalam. Setelah pemeriksaan, kita minta mereka memperbaiki. Bila tidak dilakukan, akan dilakukan pidana," sambung Anies.


ilustrasi/MI/Usman

Sebelumnya telah diingatkan kepada para pengelola gedung khususnya perniagaan dan pusat belanja bahkan industri segera melapor bila menggunakan air tanah. Pemprov DKI Jakarta sedang memetakan gedung-gedung yang diduga menggunakan air tanah tanpa izin menyusul temuan KPK yang memperkirakan ada 10 ribu titik sumur ilegal di DKI Jakarta.

"Warning untuk para pengusaha apartemen yang menggunakan air tanah untuk lapor dan pasang meter, kalau tidak nanti tim terpadu ini akan on the spot ke sana," kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah secara terpisah.

Penggunaan air tanah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan sosial yang parah. Para warga di sekitar gedung tidak mendapatkan air tanah lalu mereka juga membuat sumur dalam dan menggunakan jet pump yang sebenarnya membuat situasi jadi lebih buruk.

Semakin banyak air tanah yang disedot, dengan sendirinya persediaan air di dalam tanah berkurang drastis. Padahal air tanah adalah faktor penting pendukung lahan di atasnya tidak menurun bahkan runtuh. Di beberapa kawasan kini telah terjadi penurunan muka tanah yang antara lain akibat penyedotan air tanah secara tidak terkontrol.

 



(LHE)