Akhir Tahun, Bunga KPR Non-subsidi Naik
Helipad di atap tower apartemen mewah di Jakarta Selatan. Sebelumnya pemerintah juga akan memangkas pajak barang mewah pembelian apartemen dan rumah tapak mewah. AFP Photo/Adek Berry
Jakarta: Perekonomian Indonesia saat ini dikatakan dalam kondisi stabil. Namun, gejolak ekonomi yang terjadi di global membuat pemerintah ambil 'ancang-ancang'.

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day reverse repo rate sebesar 5,75 persen. Namun, BI kembali memprediksi kemungkinan menaikkan suku bunga kembali sebesar 25 bps di akhir tahun.


Hal tersebut sebagai upaya mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik sehingga dapat memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian global. Rencana tersebut direspons beberapa perbankan dengan menaikkan suku bunga kredit hingga KPR.

Misalnya Bank Tabungan Negara (BTN) yang berencana menaikkan suku bunga KPR 0,25 persen sampai akhir tahun. "Paling (kenaikannya) 0,25 persen sampai akhir tahun untuk segmen KPR non-subsidi yang harganya di high end," ujar Direktur Utama BTN, Maryono di Gedung BTN.

baca juga: Pajak disunat, penjualan melesat?

Penyesuaian bunga kredit tersebut dilakukan hanya ditujukan kepada KPR nonsubsidi lantaran sebelumnya BTN telah menaikkan bunga kredit pada produk yang lainnya. "Memang ada penyesuaiaan, tapi tidak semua produk-produk itu melakukan penyesuaian karena ada beberapa produk-produk yang sudah kita lakukan penyesuaian lebih dulu," jelasnya.

Bila melakukan penyesuaian pada seluruh produk, Maryono khawatir debitur mengalami kesulitan sehingga berujung pada gagal bayar. Kondisi itu bisa mempengaruhi rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) BTN.

"Kita akan menjaga bagaimana kemampuan masing-masing nasabah untuk mampu membayar kewajiban-kewajibannya sehingga tidak menambah NPL," pungkas Maryono.   


Selain itu, Bank Central Asia (BCA) juga memproyeksikan potensi kenaikan suku bunga kredit hingga akhir 2019 sampai 200 bps. "Itu (potensi kenaikan) akan ada dari Agustus 2018 sampai akhir 2019 sekitar 200 bps atau lebih, dan sedang disesuaikan sejak sekarang," jelas Wakil Presiden Direktur BCA, Eugene Keith Galbraith.



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id