Era Milenial, Perbelanjaan Ubah Wajah
Mall Sumarecon Bekasi menyediakan sudut untuk berfoto 3D. Fasilitas ini amat menarik bagi generasi milenial. Antara Foto
Jakarta: Generasi milenial banyak mempengaruhi perubahan model bisnis properti. Tak hanya perkantoran yang dibuat layaknya 'kamar' tetapi juga pusat perbelanjaan demi meraih kunjungan generasi yang cenderung lebih narsis dibandingkan sebelumnya ini.

Karakter tersebut harus dilihat sebagai peluang oleh pengelola pusat perbelanjaan. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mendorong anggotanya mengubah konsep mal masing-masing secara keseluruhan.


"Pengelola pusat belanja harus kreatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satunya adalah tenant mix maupun dekorasi yang unik. Tidak hanya fashion tapi untuk segmen food and beverages," ungkap Ketua Umum DPP APPBI, A. Stefanus Ridwan usai Rakernas di Sheraton Grand Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Menurutnya konsep toko juga harus lebih unik dan menjadi sesuatu yang berbeda. Dirinya mencontohkan bahwa kafe-kafe unik kerap diserbu oleh kaum milenial.

"Misalnya toko-toko itu diubah lebih unik, tidak hanya menjual kaos atau baju, tapi sesuatu yang unik. Di segmen food juga, misalnya tempat-tempat penjual kopi seperti Upnormal, anak-anak muda sekarang senangnya yang begitu, dekorasi unik," jelasnya.

Sekarang ini, departement store tidak terlalu banyak dicari. Konsep pertokoaan seperti mini anchors lebih diminati.  "Departement store sekarang mulai agak susah, yang kuat itu mini anchors kayak Uniqlo dan Lc Waikiki yang barangnya khas," lanjut Stefanus.



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id