NEWSTICKER
Ringgo Agus Rachman. Foto : Medcom/Annisa Ayu
Ringgo Agus Rachman. Foto : Medcom/Annisa Ayu

Cerita Ringgo Agus Rachman Punya Rumah karena Dipaksa Ibu

Properti properti perumahan
Annisa ayu artanti • 11 Februari 2020 16:16
Jakarta: Perjalanan memiliki rumah mempunyai cerita sendiri bagi setiap orang. Tak terkecuali bagi artis Ringgo Agus Rachman.
 
Pemain film Get Married itu mengaku penuh dilema dalam membeli rumah pada 2008 lalu. Sebab keputusan membeli rumah itu atas paksaan orangtuanya.
 
Saat itu sang ibu memaksanya melakukan pembayaran uang muka atau DP (down payment) untuk membeli rumah karena menilai penghasilan sang anak sudah cukup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apalagi, saat itu yang ada dibenak kebanyakan orangtua adalah rumah tapak merupakan salah satu hal yang wajib dimiliki.
 
"Akhirnya setelah debat sama mama, nyokap minta gue DP rumah, akhirnya gue DP rumah," kata Ringgo di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Atasan keputusan besar itu, suami Sabai Morscheck itu mengungkapkan dia harus mengorbankan kebiasaan foya-foya atau kegiatan pemenuhan gaya hidup yang banyak dilakukan kala itu. Ia juga mengubur sesaat mimpinya untuk memiliki mobil.
 
"Habis DP tidak ada duit. Gue jadi orang yang enggak asyik. Enggak ikut nonton konser. Jadi orang enggak asik. Gue kredit rumah 10 tahun," ungkapnya.
 
Namun kini, Ringgo mengakui tidak menyesal menuruti keinginan orangtuanya. Sebab, harga properti terus melambung.
 
Waktu dia membeli rumah di 2008 silam harga per meter Rp1,8 juta untuk luas tanah sehitar 180 meter persegi. Saat ini harga tanahnya mencapai Rp12 juta. Ia memprediksi harga rumahnya akan meningkat terus sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah.
 
"Sekarang sekitar Rp12 juta sampai Rp14 juta. Apalagi ada tol," ucapnya.
 
Pada kesempatan yang sama, ia berpesan untuk generasi milenial untuk tidak takut bercita-cita memiliki rumah. Selain untuk mencukupi kebutuhan primer, rumah juga bisa sebagai alat investasi.
 
Adapun tantangan yang menurutnya berat dan harus dilalui bagi generasi milenial adalah meninggalkan gaya hidup yang tak perlu. Dengan begitu, menurutnya, pasti cita-cita memiliki rumah akan tercapai.
 
"Mulai punya pikiran untuk punya tempat tinggal, dari ngekos, ngontrak, terus memiliki rumah. Kalau mengorbankan gaya hidup itu luar biasa (pasti bisa tercapai)," tukas dia.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif