Insentif sektor properti baru terasa efeknya secara signifikan pada kuartal II. Foto: Shutterstock
Insentif sektor properti baru terasa efeknya secara signifikan pada kuartal II. Foto: Shutterstock

Efek Insentif Properti Baru Terasa di Kuartal II

Properti kpr rumah tapak hunian dp 0% PPN rumah Rumah DP 0% Rumah bebas PPN
Rizkie Fauzian • 07 April 2021 19:18
Jakarta: Pemberian insentif yang diberikan pemerintah kepada sektor properti dinilai baru terasa dampaknya pada kuartal II tahun ini. Insentif yang diberikan antara lain pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Down Payment hingga nol persen.
 
Senior Associate Director Colliers Indonesia Ferry Salanto  mengatakan, insentif yang dikucurkan pemerintah untuk sektor properti baru terasa efeknya secara signifikan pada kuartal II atau kuartal III tahun ini. 
 
"Pada kuartal I belum terlihat karena memang baru diterapkan. Kami perkirakan jika insentif ini bisa berjalan setahun, maka hal ini bisa mengangkat sektor properti ke depannya. Walau belum maksimal," katanya dalam diskusi daring, Rabu, 7 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ferry menjelaskan, dampak insentif yang diberikan pemerintah bisa lebih maksimal jika tidak membatasi jenis properti dan waktu. Namun, untuk harga dinilai sudah efektif.
 
"Waktunya kalau bisa diperpanjang, jangan sampai Agustus saja. Kalau sekarang fokusnya hanya menghabiskan stok yang ada, sementara yang jumlahnya lebih banyak justru tidak bisa menikmati insentif ini," ungkap Ferry.
 
Selain itu, adanya insentif pembebasan uang muka (down payment) hingga nol persen meskipun persyaratannya adalah bank harus memiliki NPL di bawah lima persen. Namun, kedua insentif tersebut dinilai sudah baik.
 
"Hanya saja bank belum menurunkan suku bunga, meski suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sudah turun, kenyataannya bunga KPR masih tinggi dan belum mendekati suku bungan BI," jelasnya.
 
Ferry berharap, OJK turut membantu perbankan agar menurunkan suku bunganya. Dengan begitu, margin dari net income tidak lagi terlalu tinggi.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif