Bisnis Properti Bertahun-tahun Lesu, Apa yang Salah?
Pembangunan komplek perumahan mewah di Serpong, Tangerang. MI/Agung Wibowo
Tangerang: Kondisi sektor properti diyakini masih mengalami perlambatan. Meski beberapa segmen hunian masih ramai diburu, namun kondisi properti saat ini belum mampu bangkit dari keterpurukan. Lantas apa penyebab sektor properti masih melambat?

"Saya pikir secara overall Indonesia tidak ada masalah, hanya saja faktor ekternal salah satunya adalah Trump effect. Selama Trump masih punya power, agak susah memprediksi sesuatu," kata Direktur Metropolitan Land, Olivia Surodjo.


Saat ini, kondisi perekonomian Indonesia dinilai masih sangat kuat. Pertumbuhan ekonomi yang baik karena didukung oleh fundamental dan keuangan yang dikelola secara baik.

baca juga: Pajak penjualan rumah mewah akan pemerintah potong

Faktor dalam negeri menurutnya tidak ada masalah. Hal tersebut terlihat dari masih banyaknya negera asing yang berniat investasi ke Indonesia.

"Kalau ada masalah saya yakin tidak akan banyak investor asing yang mau masuk ke Indonesia. Kita lihat masih banyak investor asing yang masuk ke semua sektor itu karena mereka masih melihat potensi Indonesia," ungkapnya.

Meski sektor properti dibayangi tahun politik, namun setelah Pemilu berakhir diharapkan dapat bangkit kembali. Berbeda dengan faktor ekternal yang tidak bisa diprediksi.

baca juga: Pajak disunat, penjualan melesat?

"Event politik lewat akan berjalan seperti biasa lagi, kalau domestik no isu tapi problemnya ada ekternal. Padahal dari sisi pemerintah juga membantu properti, ada relaksasi ltv, pemerintah juga membantu supaya real estate tidak jatuh," kata Olivia.

Melemahnya nilai tukar Rp terhadap USD hingga menembus Rp 15 ribu/USD 1, bukan efek signifikan bagi bisnis properti secara umum. Dampak hanya dirasakan hunian mewah.

"Kalau untuk hunian menengah bawah dan landed tidak ada , kalaupun ada itu cuma minimal. Tapi untuk menegah atas pasti ada efeknyaterutama untuk high rise karena ada elevator, eskalator, besi juga besar, finishingnya juga banyak gunakan bahan impor. Tapi kalau landed residensial, kecuali yang benar-benar high end komponennya masih dalam negeri," jelasnya.
 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id