Tingkat okupansi hotel dan restoran naik tahun ini. Foto: Shutterstock
Tingkat okupansi hotel dan restoran naik tahun ini. Foto: Shutterstock

Lebaran Tahun Ini, Okupansi Hotel dan Restoran Kembali Naik

Properti Pariwisata restoran Industri Hotel Hotel
M. Ilham Ramadhan Avisena • 06 Mei 2022 16:22
Jakarta: Tingkat okupansi hotel dan restoran pada momen mudik lebaran tahun ini kembali naik setelah terdampak pandemi covid-19 di dua tahun terakhir. 
 
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan bahkan diproyeksikan jumlah keterisian hotel dan kunjungan restoran akan melampaui capaian 2019. 
 
"Kondisi sekarang jauh lebih baik dari 2019, karena juga memang masa libur lebih lama, sehingga length of stay juga menjadi lebih lama," ujarnya saat dihubungi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peningkatan okupansi juga didorong oleh keberadaan infrastruktur jalan tol. Menurut Hariyadi, masifnya pembangunan jalan tol di sejumlah wilayah Indonesia memberi dampak positif bagi sektor perhotelan dan restoran. 
 
Pada masa mudik kali ini misalnya, pemudik yang hendak menuju Solo bisa menginap di Yogyakarta. Itu karena keterisian hotel di Solo cukup tinggi sehingga pemudik memilih untuk menginap di wilayah terdekat yang mudah diakses. 
 
"Kemarin kebetulan ada rombongan Pak Presiden, beliau ingin ke Solo, dan mereka tidak dapat hotel di Solo, dan akhirnya stay di Yogyakarta. Jadi bergerak," kata Hariyadi. 
 
Dia menambahkan, secara nasional tingkat okupansi hotel di momen lebaran kali ini mencapai 85 persen, naik sekitar 50 persen dari periode sebelum Ramadan dan lebaran yang hanya berkisar 35 persen. 
 
Wilayah tujuan mudik utama menjadi penyumbang utama seperti Yogyakarta, Solo, Malang, Bogor, Lampung, Palembang, dan Bogor naiknya okupansi hotel. Peningkatan itu juga tak lepas dari keputusan pemerintah untuk memperlonggar mobilitas masyarakat. 
 
Apalagi, dua tahun ke belakang masyarakat tak bisa melakukan mudik karena adanya pembatasan mobilitas yang cukup ketat. Karenanya, pemerintah diharapkan mampu terus mengendalikan pandemi dengan baik agar tak ada lagi pembatasan mobilitas masyarakat yang akan berimbas pada bisnis perhotelan dan restoran. 
 
"Sepanjang pergerakannya tidak dibatasi, pertumbuhan itu pasti akan naik. Selain mereka yang berwisata, mereka yang bergerak karena bisnis pasti akan naik. Jadi kuncinya itu di pembatasan. Karena tren kita itu di 2019 naik terus, memang sempat turun, itu karena tiket mahal," jelasnya. 
 
PHRI, tambah Hariyadi, telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga dan mendorong kembali geliat sektor pariwisata. Berbagai gelaran acara akan dilakukan untuk menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara di waktu mendatang. 
 
Sejumlah acara itu dilakukan mulai Juni 2022 dan dilaksanakan di sejumlah kota seperti Padang, Bali, Palembang, Labuan Bajo, Jakarta, Bogor, Makassar, dan Yogyakarta. 
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif