Penyerapan ruang kantor mengalami peningkatan. Foto: Shutterstock
Penyerapan ruang kantor mengalami peningkatan. Foto: Shutterstock

Penyerapan Ruang Perkantoran di Jakarta Meningkat

Properti investasi properti perkantoran bisnis properti
Tesa Oktiana Surbakti • 28 Oktober 2019 15:55
Jakarta: Pertumbuhan sektor properti sepanjang 2019 diperkirakan positif dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Salah satu indikatornya pasar perkantoran yang teridentifikasi positif, berdasarkan permintaan dari dalam negeri maupun luar negeri.
 
"Penyerapan bersih ruang perkantoran hingga kuartal III-2019 mengalami peningkatan. Namun, masih terjadi penyesuaian harga sewa," ujar Managing Partner of Strategic Advisory, Coldwell Banker Commercial (CBC) Tommy Bastamy, dalam media briefing beberapa waktu lalu.
 
Berdasarkan data CBC, jumlah pasokan kumulatif perkantoran di Jakarta pada kuartal III-2019 mencapai 8.783.780 meter persegi. Capaian itu meliputi tambahan pasokan baru sebesar 147.148 meter persegi, yang berasal dari beberapa gedung Gade A kawasan CBD dan area TB Simatupang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dibandingkan periode kuartal III-2018, tambahan pasokan baru mengalami penurunan hingga 73 persen, sebagai antisipasi terhadap minimnya penyerapan. Tommy menyebut penyerapan ruang perkantoran menunjukkan pergerakan positif, walaupun masih pada tingkat relatif rendah.
 
Hingga kuartal III-2019, penyerapan bersih mencapai 137.107 meter persegi. Dengan begitu, tingkat hunian naik 0,15 persen dibandingkan akhir 2018. Penyerapan banyak terjadi pada sektor perkantoran kelas A, yang dipengaruhi peningkatan kualitas gedung.
 
Aktivitas penyewaan berasal dari perusahaan yang melakukan relokasi tempat usaha, terutama bidang financial technology (fintech), perusahaan jasa dan institusi finansial. Di lain sisi, sektor perdagangan elektronik (e-commerce) dan co-working menjadi pembangkit permintaan baru.
 
Sepanjang 2019, sektor tersebut berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap permintaan ruang kantor di Jakarta.
 
"Terjadi shifting permintaan kantor. Sekarang perusahaan teknologi mendominasi permintaan. Sektor e-commerce kontribusinya hingga 30 persen," ungkap Tommy.
 
Meski permintaan menunjukkan indikasi positif, namun tingginya tingkat kekosongan ruang perkantoran Jakarta menyebabkan penurunan harga sewa. Pada akhir kuartal III-2019, rata-rata harga sewa sebesar Rp202 ribu per meter persegi per bulan, atau turun 3,11 persen dibandingkan akhir tahun lalu.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif