Pemerintah diminta memberikan subsidi sampai dengan 50 persen. Foto: Shutterstock
Pemerintah diminta memberikan subsidi sampai dengan 50 persen. Foto: Shutterstock

Pengembang Usulkan Cicilan Rumah Dibayarkan setelah Pandemi

Properti perumahan btn kpr rumah tapak Penyediaan Rumah
Rizkie Fauzian • 22 Mei 2020 12:04
Jakarta: Pandemi korona (covid-19) membuat kinerja sektor properti kembali meredup. Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) semakin mempersulit mobilitas masyarakat sehingga mengurangi pendapatan.
 
Ketua Umum Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Harry Endang Kawidjaja mengatakan kondisi saat ini memerlukan pendekatan dari dua arah yakni perbankan dan pemerintah.
 
"Pendekatan ke perbankan dengan restrukturisasi, sementara ke pemerintah kita harus membuat skema-skema khusus untuk memperpanjang nafas sektor properti dengan periode khusus," jelasnya dalam video konferensi dikutip Jumat, 22 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Misalnya meminta pemerintah pusat untuk memberikan subsidi sampai dengan 50 persen selama enam hingga 12 bulan ke depan. Jumlah cicilan yang tertunda bisa dibayarkan ke periode setelah pandemi.
 
"Katakanlah selama 12 bulan bunganya dibayarkan sebagian dan sisanya ditanggung pemerintah atau bebannya digeser ke masa setelah pandemi," jelasnya.
 
Selanjutnya, pengembang biasanya diminta untuk menanggung Non Performing Loan (NPL) atau cicilan macet. Namun di masa pandemi ini, pihaknya mengusulkan NPL tidak dibebankan kepada pengembang.
 
"Berkurangnya pendapatan calon debitur, kami usulkan jangan merembet dan mengingatkan adanya Jamkrindo (Jaminan Kredit Indonesia) sebagai alternatif atau penjagaan terakhir daripada memberatkan bank atau pengembang," ungkap Endang.
 
Jamkrindo bisa menjadi alternatif untuk menanggulangi NPL. "Kalau memang nasabahnya sudah macet akibat PHK umpamanya, mungkin lebih baik dibiarkan sampai dengan Jamkrindo menyelesaikan masalah ini sesuai tugas dan fungsinya," ujarnya.
 
Selain itu, pengembang juga perlu berinovasi untuk menggali kelompok sasaran baru yang kemampuan finansialnya minim terkoreksi saat pandemi. Contoh, sasaran dari golongan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, atau ASN vertikal.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif