Rp 799 M untuk Lahan Rusun DP Nol Rupiah
Rusunawa untuk nelayan dan buruh di Penjaringan, Jakarta Utara. Nilai tunggakan uang sewa penghuninya sudah milyaran rupiah. file/MI/Ramdani
Jakarta:Pemprop DKI Jakarta menganggarkan dana Rp 799 miliar untuk pengadaan lahan rumah susun DP (down payment/uang muka) nol rupiah. Proyek ini merupakan salah satu janji kampanye Anies-Sandi yang paling dinanti realisasinya.

Dana yang persisnya Rp 799.993.172.215 itu dianggarkan dalam pos kegiatan Pengadaan Tanah Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta di situs resmi Pemprov DKI di apbd.jakarta.go.id. Mengapa dianggarkan? Bukankah rusun akan dibangun di lahan aset Pemprop DKI Jakarta?

"Kesediaan tanah kita yang ada di dinas perumahan sudah hampir habis. Karena waktu 2016 kita banyak sekali membangun rusun tower," jawab Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota, Agustino Darmawan, Kamis (23/11/2017).

Proyek rumah DP nol rupiah yang direncanakan dimulai awal tahun depan, tidak cuma rumah susun sederhana hak milik seharga Rp 300-an juta. Ada juga yang rumah susun sederhana sewa yang ditujukan kepada buruh dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut catatannya permintaan unit rusunawa cukup tinggi. Kurang lebih 12 ribu kepala keluarnya yang masih dalam antrian. Untuk mereka rusunawa baru akan dibangun.

Realisasi prrogram rumah DP 0 Rupiah adalah Peraturan Bank Indonesia tentang Loan to Value (LTV) atas KPR dan DP Kendaraan Bermotor. Ada pengecualian di pasal 17 untuk pemenuhan terhadap rasio loan to value pembiayaan Program Perumahan Pemerintahan Pusat dan/atau Pemerintah Daerah. Maka harus ada jaminan dari Pemprop DKI Jakarta kepada bank pendukung pembiayaannya.

(LHE)