Kementerian PUPR mendukung pengembangan infrastruktur hijau. Foto: Kementerian PUPR
Kementerian PUPR mendukung pengembangan infrastruktur hijau. Foto: Kementerian PUPR

Infrastruktur Hijau Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Alam

Properti infrastruktur jalan tol konstruksi Proyek Strategis Nasional Kementerian PUPR
Antara • 21 Oktober 2020 14:55
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) mendukung harmonisasi pembangunan infrastruktur hijau untuk pengembangan wilayah kehutanan.
 
Kepala BPIW Hadi Sucahyono mengatakan perencanaan pengembangan infrastruktur hijau perlu disesuaikan dengan kondisi alam, artinya keberadaan infrastruktur tidak merusak ekosistem yang ada, melainkan mengakomodir kepentingan habitat yang ada.
 
"Pembangunan infrastruktur tetap mendukung pelestarian, konservasi, dan menjaga biodiversitas atau ekosistem dari kondisi setempat," ujar Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kementerian PUPR berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas wilayah dan perlindungan lingkungan hidup melalui dukungan infrastruktur berkelanjutan. Salah satunya perencanaan dan implementasi infrastruktur hijau dengan kemitraan yang luas.
 
Menurut Hadi, infrastruktur hijau mengusung multi-functionality dan mengaplikasikan ecosystem approach. Beberapa upaya pembangunan infrastruktur PUPR telah memperhatikan upaya perlindungan lingkungan hidup, khususnya wilayah kehutanan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta pemerintah daerah.
 
"Penggunaan kawasan hutan untuk mendukung investasi saat ini sedang dilakukan, salah satunya untuk mendukung KSPN Danau Toba, saat ini sedang proses Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk pembangunan kawasan wisata panorama Tele," katanya.
 
Pengendalian pengembangan infrastruktur PUPR di kawasan hutan juga telah dilakukan salah satunya upaya perlindungan di Tropical Rainforest Heritage of Sumatera (TRHS) yang meliputi Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang mengadopsi pendekatan pemenuhan kebutuhan infrastruktur mitigasi satwa kunci.
 
Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur hijau berkaitan erat dengan ekonomi, bagaimana infrastruktur yang terbangun juga dapat menghidupkan kondisi sosial dan ekonomi daerah.
 
Kepala BPIW itu berharap pembangunan infrastruktur secara fisik dan fungsional mendukung kawasan strategis serta seimbang dengan perlindungan lingkungan.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif