Perbaikan rumah pascagempa. Foto: Media Indonesia
Perbaikan rumah pascagempa. Foto: Media Indonesia

40 Ribu Rumah Rusak Pascagempa Belum Diperbaiki

Properti gempa rumah rusak Penyediaan Rumah
Antara • 17 Maret 2020 13:23
Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) segera diselesaikan. Padahal pemerintah memberikan tenggat waktu paling lambat Desember 2019.
 
Hingga 9 Maret 2020, dari target 226.204 rumah, tercatat baru 168.684 unit rumah yang telah selesai dibangun. Sementara sisanya 40 ribu rumah lainnya masih dalam proses pengerjaan.
 
"Karena itu saya minta laporan terkait soal ini dan dari data yang saya miliki masih ada dana masyarakat yang tersimpan di bank," jelas Presiden melalui video conference dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 17 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden mengatakan, di Lombok Timur masih ada dana rakyat di bank sebesar Rp72 miliar dan di Lombok Utara Rp63 miliar. Presiden meminta dana yang tersimpan di bank itu segera disalurkan ke masyarakat.
 
"Saya minta dana ini yang tersimpan di bank segera disalurkan ke masyarakat dan langkah-langkah percepatan pembangunan rumah yang masih dikerjakan ataupun belum dibangun segera diselesaikan," ujar Presiden.
 
Pascagempa yang mengguncang Nusa Tenggara Barat pada Juli 2018, pemerintah menerbitkan Inpres Nomor 5 2018 yang memberikan target waktu penyelesaian rehabilitasi maupun rekonstruksi.
 
"Untuk fasilitas pendidikan, kesehatan, agama dan penunjang perekonomian seperti pasar harus sudah diselesaikan paling lambat Desember 2018," ungkapnya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif