NEWSTICKER
Indonesia adalah pasar pertumbuhan besar bagi perusahaan teknologi. Foto: Shutterstock
Indonesia adalah pasar pertumbuhan besar bagi perusahaan teknologi. Foto: Shutterstock

Perusahaan Teknologi Masih Dominasi Sewa Kantor di Jakarta

Properti investasi properti properti perkantoran bisnis properti
Rizkie Fauzian • 25 Februari 2020 11:31
Jakarta: Harga sewa kantor premium di Jakarta menempati peringkat ke-55 dari seluruh dunia. Terdapat lima kota lain di Asia Tenggara yang masuk ke dalam daftar peringkat penyewaan kantor premium termahal di dunia.
 
Menurut Kepala Riset JLL Indonesia James Taylor, sebagai negara degan populasi nomor empat terpadat di dunia dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia adalah pasar pertumbuhan besar bagi perusahaan-perusahaan teknologi dan operator ruang kerja bersama.
 
"Permintaan dari perusahaan-perusahaan seperti ini meningkat tajam pada periode 2017 hingga 2019 dan diharapkan pertumbuhan lebih lanjut di 2020," jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data tersebut dihimpun dari laporan konsultan real setate global Jones Lang LaSalle (JLL). Dalam laporan tersebut, Singapura berada di peringkat ke-14 dengan sewa efektif bersih dan biaya hunian mencapai Rp1,6 juta per tahun per meter persegi.
 
Harga ini setengah lebih sedikit dari harga sewa perkantoran premium di pusat distrik Hong Kong yang merupakan submarket termahal menurut edisi kelima dari Premium Office Rent Tracker (PORT) JLL.
 
Laporan tersebut membandingkan biaya hunian untuk bangunan kantor premium di seluruh pasar real estate terkemuka di dunia.
 
Sementara itu, harga sewa kantor di lima kota lainnya di Asia Tenggara secara umum lebih rendah, misalnya Kota Ho Chi Minh yang menempati peringkat ke-38 memiliki harga sewa USD78 atau Rp1,09 juta per meter persegi.
 
Jakarta yang berada di peringkat ke-55 memiliki harga sewa senilai USD60 atau Rp840 ribu per meter persegi. Selanjutnya ada Manila yang berada di peringkat ke-66 dan memiliki harga sewa senilai USD54 atau Rp756 ribu per meter persegi.
 
Kemudian Bangkok yang berada di peringkat ke-77 dengan harga sewa senilai USD46 atau Rp644 ribu per meter persegi. Kuala Lumpur berada di peringkat ke-85 dengan harga sewa senilai USD30 atau Rp420 ribu per meter persegi.
 
Menurut Taylor, kota-kota besar lainnya di Asia Tenggara, termasuk Jakarta dan Kota Ho Chi Minh, sekarang bersaing dengan Singapura untuk menjadi Silicon Valley berikutnya. Secara khusus, ekosistem perusahaan startup teknologi yang tumbuh dengan cepat mengalihkan perhatian sebagian penanam modal dan investor ekuitas swasta dari Singapura.
 
"Pada akhirnya, mereka dapat bersaing dengan Singapura yang memiliki posisi sebagai pusat investasi dan inovasi di Asia," ungkap Taylor.
 
Sementara itu secara global di sektor perbankan, industri keuangan terus menjadi penghuni utama ruang kantor premium, perusahaan-perusahan teknologi khususnya platform online memainkan peran yang lebih besar dalam mendorong permintaan ruang kantor premium.
 
Di Singapura, menurut Singapore Economic Development Board (EDB), 80 dari 100 perusahaan teknologi global teratas, dan lebih dari 4.000 perusahaan baru yang tumbuh di dalam negeri dan internasional dari seluruh dunia telah beroperasi di Singapura.
 
"Mereka termasuk perusahaan-perusahaan internet seperti Google, Facebook dan LinkedIn, perusahaan-perusahaan ekonomi baru yang bergerak di bidang e-commerce atau bisnis online seperti Shopee, Razer dan Grab, serta produsen perangkat keras teknologi seperti Acer, Apple, Dell, dan Siemens," jelasnya.
 

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif