Penjualan apartemen di Jakarta anjlok karena masyarakat pilih wilayah pinggiran. Foto: Shutterstock
Penjualan apartemen di Jakarta anjlok karena masyarakat pilih wilayah pinggiran. Foto: Shutterstock

Pasar Bergeser, Penjualan Apartemen di Jakarta Anjlok

Properti investasi properti apartemen bisnis properti Properti milenial
Rizkie Fauzian • 18 September 2020 12:55
Jakarta: Penjualan apartemen strata atau kondominium di Jakarta menurun sepanjang semester I-2020. Total penjualan apartemen hanya 1.000 unit, padahal tahun lalu mencapai 2.500 unit di semester I.
 
"Penurunan hingga 40 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Apartemen di Jakarta makin menurun karena harga mahal sekarang bergeser ke pinggiran," kata Director Research Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus, Jumat, 18 September 2020.
 
Menurutnya, saat ini jumlah pasokan kondominium di Jakarta mencapai 173 ribu unit. Jumlah tersebut mencakup yang telah selesai, sudah beroperasi dan ditempati beberapa tahun lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, pasokan apartemen baru di wilayah Jakarta mencapai 40 ribu unit. Dari jumlah tersebut baru terjual 54 persen dengan penyerapan terbanyak di kategori upper middle mencapai 65 persen.
 
"Pasokan baru berasal dari Jakarta Selatan, total dari semua pasokan mendatang di Jakarta hanya 40 ribu unit, karena pasokan sudah melebar ke Jabodetabek," jelasnya.
 
Pasar Apartemen Bodetabek
 
Apartemen di kawasan Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) mencapai 110 ribu unit yang sudah beroperasi. Terbanyak ada di Tangerang dan Bekasi dengan segementasi lower middle 51,7 persen dan upper middle 47,4 persen.
 
Berbeda dengan di Jakarta, menurut Anton segementasi apartemen di kawasan Bodetabek memiliki range yang lebih murah. Misalnya untuk kelas nawah Rp13 juta per meter, kelas menengah Rp13 juta sampai Rp23 juta per meter persegi dan kelas atas Rp23 juta per meter persegi.
 
"Kondisi pandemi saat ini tidak hanya berpengaruh pada penjualan tapi juga proyek baru. Saat ini peluncurakan proyek baru turun 85 persen," jelasnya.
 
Menurutnya, banyak pengembang yang masih menunda peluncuran proyek terbaru dan memilih untuk memasarkan proyek yang telah ada.
 
"Dari segi penjualan di Bodetabek belum terlalu besar hanya 42 persen di semester I atau mencapai 3.000 unit, tahun lalu 7.000 unit," ungkapnya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif