Rumah rusak terdampak bencana alam di Palu. Foto: dok. Kementerian PUPR
Rumah rusak terdampak bencana alam di Palu. Foto: dok. Kementerian PUPR

Pemerintah Luncurkan Sistem Pemetaan Rumah Terdampak Bencana

Properti rumah rusak bencana alam sejuta rumah Berita Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 28 November 2019 16:08
Palu: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan Sistim Informasi Rumah Masyarakat Terdampak Bencana (Sirumba). Program tersebut digunakan untuk pemetaan rumah masyarakat terdampak bencana alam di Indonesia.
 
"Kementerian PUPR kini telah memiliki Sistem Pemetaan Rumah Masyarakat Terdampak Bencana yang dibangun oleh Satker Kebencanaan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR," ujar Kepala Program rehabilitasi dan Rekonstruksi Hunian di Sulawesi, Dedi Permadi di Palu, Sulawesi Tengah.
 
Dedi menjelaskan, Sirumba adalah sebuah sistim aplikasi berbasis geospasial yang dibangun untuk mendata rumah-rumah masyarakat terdampak bencana. Melalui aplikasi tersebut data rumah masyarakat terdampak bencana tidak hanya dikumpulkan secara spasial tapi juga disajikan secara spasial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pendataan pascabencana alam yang dilakukan di Palu merupakan pilot project untuk Sirumba yang dibangun oleh Penyediaan Perumahan kementerian PUPR. Sistem yang kami buat dapat digunakan oleh siapa pun dan dapat mengolah berbagai data mulai dari fase mitigasi bencana hingga fase pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi," jelasnya.
Pemerintah Luncurkan Sistem Pemetaan Rumah Terdampak Bencana
dok. Kementerian PUPR
 
Sirumba diperkenalkan kepada publik melalui kegiatan Bimbingan Teknis Pemetaan Rumah Masyarakat Terdampak Bencana Gempa, Tsunami dan Likuifaksi di Palu berbasis Sistim Informasi Geografis. Kegiatan ini diikuti peserta dari Kementerian PUPR, fasilitator lapangan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan sivitas akademika Universitas Tadulako. Dalam kegiatan bimbingan teknis ini, para peserta juga menguji coba Sirumba.
 
Untuk menindaklanjuti uji coba tersebut, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menggandeng mahasiswa Universitas Tadulako yang telah mengikuti bimbingan teknis untuk melaksanakan kegiatan pendataan sebagai bentuk partisipatif dalam mitigasi bencana ke depannya.
 
Para mahasiswa akan melengkapi data yang sudah ada berdasarkan nama dan alamat atau by name by address dengan data-data spasial yang dibutuhkan. Dengan adanya data-data spasial, maka penyajian data dapat dikonversikan dari bentuk tabular menjadi bentuk spasial sehingga pembacaan datanya menjadi lebih mudah.
 
Pihaknya berharap dengan adanya Sirumba, maka prosedur pendataan bencana yang berlaku saat ini dapat lebih disempurnakan sehingga proses penanggulangan bencana dapat berlangsung dengan lebih efisien. Rencananya sistim ini akan dikembangkan lebih luas lagi untuk mendukung kegiatan penanggulangan bencana di Indonesia.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif